- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pertempuran Kembali Pecah ...
Pertempuran Kembali Pecah di Aleppo, Milisi Kurdi SDF Hancurkan Tank T-72 Angkatan Darat Suriah
Sabtu, 10 Jan 2026, 06:30 WIBALEPPO - Komando Operasi Angkatan Darat Arab Suriah mengatakan pasukannya telah memulai operasi militer di lingkungan Sheikh Maqsoud di Aleppo setelah berakhirnya tenggat waktu yang diberikan kepada para pejuang Kurdi, Syrian Democratic Forces (SDF).
Dari Al Jazeera, para pejuang SDF menolak meninggalkan daerah Ashrafieh dan Sheikh Maqsoud di Aleppo dan bermaksud untuk "melawan" tentara Suriah yang mengepung mereka.
SDF mengklaim telah menghancurkan tank militer yang memasuki Sheikh Maqsoud.
Dalam pembaruan terbarunya, SDF mengklaim para pejuangnya telah menghancurkan sebuah tank milik pasukan "musuh" dan membunuh mereka yang mengoperasikannya.
Angkatan Darat Suriah (SAA) sebagian besar mengandalkan tank dari era Soviet/Rusia, dengan tulang punggung armada mereka adalah varian T-72
Pasukan Kurdi itu juga mengklaim telah menembak jatuh sebuah dronw bunuh diri yang ditembakkan oleh pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Suriah.
âPasukan kami terus melanjutkan perlawanan mereka dengan keteguhan dan keberanian,â kata SDF.
Sementara itu militer Suriah mengklaim telah menyita senjata SDF di Sheikh Maqsoud, Aleppo dan terus melanjutkan operasi keamanan.
Kementerian Pertahanan Suriah mengklaim pasukan tentara Suriah telah menyita sejumlah senjata berukuran sedang dan berat yang digunakan oleh pasukan SDF di lingkungan Sheikh Maqsoud, Aleppo.
Kantor berita milik negara, SANA, membagikan beberapa foto yang tampaknya menunjukkan senjata-senjata tersebut, beserta sejumlah besar amunisi.
Setelah perebutan tersebut, pasukan tentara Suriah terus melakukan penyisiran keamanan di seluruh Sheikh Maqsoud, menurut Kementerian Pertahanan.
Dalam pernyataan kepada SANA, kementerian tersebut mengatakan bahwa tentara bergerak perlahan âdan dengan fokus yang sangat tinggiâ melalui distrik tersebut untuk melindungi nyawa penduduk, yang menurut klaim kementerian, pasukan SDF telah mencegah mereka pergi untuk digunakan sebagai perisai manusia.
Sementara itu, SDF menuduh faksi-faksi yang bersekutu dengan pemerintah Suriah melakukan penembakan artileri yang menewaskan seorang gadis berusia 10 tahun di Deir Hafer.
SDF mengklaim serangan itu menargetkan permukiman penduduk dan juga melukai seorang gadis berusia 16 tahun.
Laporan ini muncul di tengah saling tuding antara militer Suriah dan SDF terkait serangan di dalam dan sekitar Deir Hafer.
Sebuah sumber militer telah memberitahu rekan-rekan kami di Al Jazeera Arabic bahwa pasukan pemerintah menargetkan posisi SDF di kota Deir Hafer, sebelah timur Aleppo, dengan artileri.
Sebelumnya, berdasarkan kantor berita negara Suriah SANA, bahwa seorang tentara terluka dalam serangan pesawat tak berawak SDF terhadap posisi tentara di kota yang sama.
Komando Operasi Angkatan Darat Arab Suriah mengatakan tiga tentaranya tewas dan 12 lainnya luka-luka dalam serangan SDF terhadap posisi mereka di Aleppo.
âTentara berupaya menghentikan kejahatan organisasi SDF dengan mencapai kesepakatan dengan mereka yang menetapkan penarikan para pejuang mereka beserta senjata mereka, namun organisasi tersebut malah menargetkan bus sebanyak tiga kali, menembaki posisi tentara, dan menargetkan tentaranya,â demikian pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pengumuman dimulainya operasi militer di Sheikh Maqsoud setelah berakhirnya tenggat waktu yang diberikan kepada SDF.
Seorang wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Washington menginginkan âSuriah yang stabil dan bersatu, bukan tempat aman bagi kelompok terorisâ.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa Washington bekerja sama dengan mitra di Suriah dan kawasan tersebut, sehingga negara itu "bukan merupakan sumber ancaman".
Jumlah pengungsi meningkatÂ
Jumlah orang yang mengungsi akibat pertempuran di Aleppo telah meningkat menjadi sekitar 159.000 jiwa, demikian disampaikan direktur Pertahanan Sipil Suriah kepada media pemerintah.
Munir al-Mustafa mengatakan kementerian telah mendirikan ruang operasi untuk mengkoordinasikan bantuan kepada penduduk yang mengungsi.
Dia menambahkan bahwa tim pertahanan sipil telah menjadi sasaran langsung pasukan SDF dalam beberapa hari terakhir.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemprov Sulsel Gratiskan Denda PKB untuk Semua Kendaraan
-
'Red Bands', Pasukan Khusus Suriah yang Sukses Usir Pasukan Russia dan Gulingkan Rezim Assad
-
Waspadai Gejala Fatty Liver Sebelum Menjadi Sirosis
-
Suriah Umumkan Gencatan Senjata dengan Milisi Kurdi Dukungan AS di Aleppo
-
Pegawai Disabilitas di Disnakertrans Karawang: Doa untuk Bupati Aep Syaepuloh Bangun Karawang Lebih Maju
-
Dedi Mulyani Sebut Keutuhan dan Kekuatan Indonesia Terjaga bila TNI dan Rakyat Bersatu
-
Insiden Gas Bocor Guncang Pabrik Kertas di Gifu Jepang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.