Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Pimpin Dewan HAM PBB pada 2026

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Pimpin Dewan HAM PBB pada 2026 Doc: istimewa
Ket. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

JAKARTA - Indonesia kembali memperoleh kepercayaan komunitas internasional untuk memimpin agenda hak asasi manusia global. Pada 2026, Indonesia akan mengemban mandat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan HAM PBB.

Penetapan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 dilakukan secara resmi dalam Pertemuan Dewan HAM PBB pada Kamis (8/1), di Jenewa. Berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri RI tertanggal 23 Desember 2025, Indonesia dipilih oleh negara-negara Asia-Pacific Group (APG) melalui mekanisme pemilihan kawasan.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja diplomasi terkoordinasi di bawah Kementerian Luar Negeri RI, dengan dukungan seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri. Perutusan Tetap RI di Jenewa berperan sebagai garda terdepan diplomasi Indonesia di Dewan HAM PBB, didukung Perutusan Tetap RI di New York serta perwakilan RI lainnya.

Jabatan Presiden Dewan HAM PBB akan diemban oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, yang sebelumnya menjabat antara lain sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN serta Duta Besar RI untuk India dan Bhutan.

Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen menjalankan presidensi Dewan HAM PBB secara imparsial, objektif, dan transparan. Presidensi Indonesia akan menitikberatkan pada pembangunan kepercayaan, penguatan dialog lintas kawasan, serta keterlibatan konstruktif seluruh pemangku kepentingan.

Seperti dikutip dari Antara, Direktur Hak Asasi Manusia dan Migrasi Kemlu RI Indah Nuria Savitri mengatakan mandat tersebut merupakan tanggung jawab besar di tengah dinamika geopolitik global.

“Ini adalah satu mandat yang sangat prestisius dan tentu saja datang dengan tanggung jawab besar juga mengingat situasi geopolitik saat ini cukup berwarna serta dinamika tinggi yang dihadapi Dewan HAM,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia akan berkomunikasi dan berdiskusi dengan seluruh pemangku kepentingan Dewan HAM untuk menjalankan mandat tersebut.

“Ini mencerminkan rekam jejak panjang Indonesia dalam membawa perbaikan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga kawasan dan internasional,” katanya.

Indonesia mengusung tema “A Presidency for All”, yang mencerminkan komitmen untuk memperkuat konsensus, meningkatkan efektivitas kerja Dewan, serta menjaga kredibilitas Dewan HAM PBB. Presidensi Indonesia pada 2026 menjadi yang pertama sejak Dewan HAM PBB dibentuk pada 2006.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.