IKK Masih Optimistis, tapi Keyakinan Konsumen Tergerus
Jumat, 09 Jan 2026, 11:50 WIBJAKARTA â Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencerminkan melemahnya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan, meskipun posisinya masih bertahan di level optimistis.
Kondisi ini mengindikasikan kehati-hatian konsumen yang meningkat, terutama dalam menyikapi tekanan harga, ketidakpastian pendapatan, dan prospek ekonomi global.
Selama tren penurunan berlanjut, ruang dorong konsumsi rumah tangga berpotensi menyempit, sehingga perlu diwaspadai sebagai sinyal awal perlambatan permintaan domestik.
Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat pada Desember 2025, sebagaimana terindikasi dalam hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level optimis atau indeks lebih dari 100, yakni sebesar 123,5 namun di bawah capaian pada November sebesar 124.
"Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Desember 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, IKE dan IEK tetap berada pada level optimis yang masing-masing sebesar 111,4 dan 135,6, meski sedikit lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,5 dan 136,6.
Terkait persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, BI mencatat bahwa tetap kuatnya IKE bersumber dari kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang tercatat sebesar 106,5, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 103,7.
Sementara, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) tercatat di level optimis masing-masing sebesar 120,2 dan 107,6.
Adapun terkait ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan, BI menyampaikan bahwa tetap kuatnya IEK Desember 2025 bersumber dari Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) yang tercatat sebesar 140,8, sedikit lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 140,6.
Sedangkan, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) tercatat di level optimis masing-masing sebesar 135,1 dan 130,8, meski lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya masing-masing sebesar 135,3 dan 133,8.
Survei BI yang sama juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) dan proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) pada Desember 2025 masing-masing tercatat 74,3 persen dan 10,8 persen, sedikit menurun dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya.
Di sisi lain, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat sedikit meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya menjadi sebesar 14,9 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
BPS Mencatat Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional
-
1.908 Korban Luka dan 74 Meninggal, Laka Lantas di Makassar Memprihatinkan
-
Galeri Indonesia Tembus Art Central Hong Kong 2026, MTN Buka Jalan ke Pasar Dunia
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Triwulan I, Topang Seperenam Ekonomi Nasional
-
Dilema Filipina: Antara Kebutuhan Energi dan Sanksi Barat terhadap Russia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.