Menko IPK AHY: Peresmian 5 Bendungan Perkuat Ketahanan Nasional Melalui Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Jumat, 10 Jul 2026, 18:57 WIBLOMBOK BARAT, NTB - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan peresmian lima bendungan oleh Presiden Prabowo menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui swasembada pangan, air, dan energi.
"Hari ini kita berbahagia karena yang diresmikan bukan hanya Bendungan Meninting, tapi sekaligus lima bendungan di berbagai wilayah Indonesia. Ini jadi penguat strategi dan kebijakan menuju swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air," ujar AHY seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.
Selain Bendungan Meninting di NTB, empat bendungan lainnya yang diresmikan, yakni Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh.
Lebih lanjut AHY menegaskan, bendungan memiliki fungsi yang sangat strategis, karena tidak hanya menyediakan air baku bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan layanan irigasi yang mampu mendongkrak produktivitas pertanian.
"Dengan irigasi yang lebih baik, lahan pertanian yang sebelumnya hanya panen satu kali dalam setahun dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen," ucapnya.
Selain mendukung sektor pertanian, bendungan juga berfungsi sebagai pengendali banjir di berbagai daerah yang masih menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
"Oleh karena itu, perlu ada pengaturnya melalui pembangunan bendungan-bendungan modern yang dikelola dengan baik," kata AHY.
AHY mengatakan, bendungan juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air maupun pemanfaatan panel surya terapung (floating solar panel).
"Ini menjadi masa depan kita karena kebutuhan energi harus semakin ramah lingkungan, lebih bersih, dan berkelanjutan," katanya.
Tidak hanya itu, menurut AHY, kawasan bendungan juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata dan olahraga air, karena memiliki panorama alam yang indah serta lingkungan yang asri.
Untuk itu, ia berharap keberadaan lima bendungan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan air bersih, peningkatan produksi pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Jadi, kita berharap investasi yang cukup besar dari lima bendungan ini sebesar Rp9,7 triliun dengan proses pembangunan yang memakan waktu bertahun-tahun, menjadi bukti pentingnya kesinambungan pembangunan nasional. Setiap rupiah yang digunakan untuk membangun bendungan ini adalah uang rakyat. Karena itu manfaatnya harus kembali kepada rakyat," katanya. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Wow! BPK Selamatkan Rp69,21 Triliun: Kebocoran Anggaran Sebenarnya Sedalam Apa?
-
Pajak Lebih Praktis, Ribuan Wajib Pajak Bali Lapor SPT Pakai Coretax
-
Tiga Langkah Pertama yang Akan Dilakukan Pelatih Timnas John Herdman, Termasuk Bongkar Kegagalan Kluivert
-
Liga Jerman: Leg Pertama Playoff Promosi-Degradasi, Wolfsburg Ditahan Imbang 0-0 Paderborn
-
782 Calon Haji Asal Pamekasan Masuk dalam Kategori Berisiko Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.