Rupiah Hari Ini Tertekan di Tengah Gejolak Global, Invstor Cari Aman: Risk-Off Menguat

Selasa, 06 Jan 2026, 17:55 WIB

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir tak lepas dari berubahnya sentimen global, di mana pelaku pasar cenderung mengambil sikap risk-off.

Dalam kondisi ini, investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang, dan mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Ket. Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto

Sikap risk-off biasanya dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari tensi geopolitik, ketidakjelasan arah kebijakan moneter bank sentral utama, hingga kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia.

Ketika sentimen ini menguat, arus modal asing cenderung keluar dari pasar keuangan domestik, menekan permintaan terhadap rupiah dan mendorong depresiasi nilai tukar.

Di sisi lain, penguatan dolar AS sebagai safe haven turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Kenaikan imbal hasil US Treasury membuat aset berdenominasi dolar semakin menarik, sehingga selisih daya tarik antara aset global dan domestik melebar.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa (6/1), bergerak melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.758 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.740 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menganggap pelemahan kurs rupiah dipengaruhi sikap risk-off pelaku pasar.

“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global yang masih didominasi penguatan dolar AS dan sikap risk-off pelaku pasar,” katanya di Jakarta.

Meskipun Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur ISM AS mengalami kontraksi, data tersebut belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.

Tercatat, data PMI ISM bulan Desember 2025 sebesar 47,9 persen atau mengalami penurunan 0,3 poin persentase dibandingkan dengan angka pada November 2025 yang sebesar 48,2 persen, dan di bawah perkiraan 48,3 persen.

“Imbal hasil US Treasury yang masih tinggi serta ekspektasi suku bunga AS bertahan lebih lama mendorong aliran dana tetap bertahan di aset dolar, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ungkap Taufan.

Melihat sentimen domestik, lanjutnya, tekanan terhadap rupiah berasal dari masih tingginya permintaan valas untuk kebutuhan impor dan kewajiban korporasi, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar.

Kondisi ini disebut membuat rupiah ditutup melemah kendati tekanan intraday sempat berkurang.

“Ke depan, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran Rp16.750–Rp16.780 per dolar AS,” ujar dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.762 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.748 per dolar AS.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.