Gary Neville Sebut Pemecatan Ruben Amorim Jadi Cerminan Buruk Manchester United
Selasa, 06 Jan 2026, 12:52 WIBJAKARTA - Pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih Manchester United terus memancing reaksi, salah satunya dari legenda klub Gary Neville. Mantan bek kanan Setan Merah itu mengaku tidak terkejut dengan keputusan manajemen, meski menilai langkah tersebut menunjukkan persoalan mendasar yang belum terselesaikan di tubuh klub.
Neville menyebut pemecatan Amorim sebagai sinyal kegagalan bersama. Menurutnya, keputusan mengganti pelatih di tengah musim justru memperlihatkan buruknya arah pengambilan keputusan di level tertinggi klub. Ia menilai situasi tersebut bukan hanya tentang Amorim, melainkan refleksi dari sistem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Meski tidak sepenuhnya kaget, Neville mengakui waktu pemecatan Amorim tergolong cepat. Ia menduga kondisi internal Manchester United sudah berada pada titik yang sangat sulit hingga manajemen merasa harus segera bertindak. Hal itu terjadi tak lama setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di Liga Inggris musim 2025/26, laga yang kemudian menjadi pertandingan terakhir Amorim bersama United.
Dalam pandangan Neville, performa Manchester United di bawah Amorim memang jauh dari harapan. Ia menyoroti sejumlah pertandingan yang dinilai tampil di bawah standar, dengan laga melawan Wolves disebut sebagai salah satu momen krusial yang mencerminkan masalah tim secara keseluruhan.
Secara statistik, Amorim mencatatkan persentase kemenangan terendah di antara para pelatih Manchester United sejak era Sir Alex Ferguson berakhir. Neville menilai konsistensi Amorim mempertahankan formasi tiga bek menjadi salah satu faktor utama kegagalannya membawa stabilitas permainan.
Menurut Neville, sistem tersebut sebenarnya bisa bekerja jika didukung pemain yang tepat. Namun, ia mengaku terkejut karena selama masa kepemimpinan Amorim, United justru terus tampil buruk dalam skema yang sama. Peran bek sayap, gelandang serang, hingga penyerang dinilai tidak berjalan maksimal, menandakan ketidaksiapan skuad dalam menjalankan tuntutan taktik sang pelatih.
Neville menekankan bahwa masalah ini bukan semata kesalahan Amorim. Ia menilai kegagalan tersebut merupakan kombinasi dari pelatih, pemain, dan klub, terutama dalam hal rekrutmen. Ketidaksesuaian antara filosofi pelatih dan komposisi skuad membuat proyek Amorim sulit berkembang.
Ia kemudian membandingkan Amorim dengan pelatih-pelatih sebelumnya seperti David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, hingga Erik ten Hag. Meski masing-masing membawa pendekatan berbeda, Neville menilai gaya Amorim adalah yang paling jauh dari karakter tradisional Manchester United.
Legenda United itu menegaskan bahwa klub perlu menghentikan eksperimen berkepanjangan soal gaya bermain. Menurutnya, Manchester United harus kembali pada identitas sepak bola menyerang, cepat, berani, dan memberi ruang bagi pemain muda. Neville pun menyarankan agar klub menunjuk pelatih berpengalaman yang siap mengusung sepak bola agresif dan ofensif, selaras dengan DNA yang selama ini melekat di Old Trafford.
- Manchester United
- Ruben Amorim
- Ruben Amorim Dipecat
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan
Berita Terkait:
-
Marcus Rashford Buka Suara soal Masa Depannya di Barcelona usai Juara La Liga
-
Kremlin Tak akan Ucapkan Selamat kepada Perdana Menteri Terpilih Hungaria Peter Magyar
-
Polisi Sita 3,6 kg Ganja Saat Tangkap Pengedar di Tanah Abang
-
Manchester United Finis di Peringkat Tiga Usai Kalahkan Forest 3-2
-
Carrick Redam Isu Bek Baru, De Ligt Tunjukkan Sinyal Kebangkitan
-
Liga Inggris: Perebutan Gelar Memanas, Manchester City dan Arsenal Hadapi Laga Penentuan
-
Man United Selangkah Lagi Sepakati Transfer Ederson dari Atalanta, Segini Nilainya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.