- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Ancam 'Harga Mahal' ...
Trump Ancam 'Harga Mahal' untuk Caracas, AS Siaga Kirim Intervensi Militer Baru
Senin, 05 Jan 2026, 15:17 WIBJAKARTA - Amerika Serikat kembali melontarkan peringatan keras kepada Venezuela menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Meski wacana pengambilalihan langsung Venezuela oleh Washington mulai mereda, Presiden AS Donald Trump menegaskan opsi intervensi militer tetap terbuka jika pemerintahan sementara di Caracas tidak mengikuti tuntutan AS.
Berbicara kepada wartawan pada Minggu waktu setempat, Trump mengatakan Venezuela bisa âmembayar harga besarâ apabila Presiden interim Delcy RodrÃguez menghambat agenda Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut kemungkinan operasi militer lanjutan, bukan hanya di Venezuela, tetapi juga di Kolombia.
Sehari setelah Maduro ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat, Trump sempat menyatakan bahwa AS akan âmenjalankanâ Venezuela dalam masa transisi. Pernyataan itu diikuti ancaman serangan kedua jika sisa pemerintahan lama tidak bekerja sama. Namun, pada Minggu, nada Washington sedikit bergeser, menandakan pendekatan tekanan politik dan militer berjalan bersamaan.
Delcy RodrÃguez, yang sebelumnya dikenal sebagai wakil presiden dan menteri perminyakan, mencoba mengambil posisi lebih moderat. Setelah mengutuk penangkapan Maduro sebagai âtindakan biadabâ, ia menyerukan hubungan yang âseimbang dan saling menghormatiâ dengan AS. Dalam rapat kabinet pertamanya sebagai pemimpin sementara, RodrÃguez bahkan mengundang Washington untuk membuka agenda kerja sama pembangunan.
Trump mengklaim Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah berbicara langsung dengan RodrÃguez. Menurut Trump, RodrÃguez menyatakan kesediaannya memenuhi permintaan AS. Laporan media AS menyebut RodrÃguez sebelumnya telah dipandang sebagai figur teknokrat yang dapat diterima Washington, terutama karena relasinya dengan sektor keuangan dan industri minyak.
Di Caracas, para pejabat tinggi sipil dan militer menyatakan dukungan terhadap RodrÃguez sebagai pemimpin sementara, sambil tetap menuntut pemulangan Maduro. Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López meminta warga kembali beraktivitas normal, meski ketegangan masih terasa di ibu kota.
Putra Maduro, Nicolás Ernesto Maduro Guerra, menyerukan perlawanan terbuka. Dalam rekaman audio yang beredar di media sosial, ia menegaskan bahwa pendukung ayahnya tidak akan melemah dan siap turun ke jalan.
Trump, di sisi lain, memperluas retorikanya ke kawasan Amerika Latin. Ia menyebut kemungkinan âOperasi Kolombiaâ jika Bogotá dianggap gagal menekan peredaran narkoba. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang langsung menolak tuduhan AS dan memerintahkan pengerahan puluhan ribu pasukan ke perbatasan Venezuela sebagai langkah antisipasi.
Marco Rubio menegaskan bahwa AS tidak sedang berperang dengan Venezuela, namun mengonfirmasi keberadaan sekitar 15.000 personel militer AS di kawasan Karibia. Pasukan tersebut, menurut Rubio, disiagakan untuk menekan jaringan narkotika dan menjaga âpengaruh strategisâ Washington, termasuk dengan memblokade keluar-masuk kapal minyak Venezuela.
Situasi di dalam negeri Venezuela masih diwarnai kecemasan. Antrean panjang terlihat di supermarket, apotek, dan toko roti, saat warga memborong kebutuhan pokok. Banyak yang khawatir akan kemungkinan âgelombang serangan keduaâ seperti yang disinggung Trump.
Di tingkat internasional, kecaman berdatangan. Sejumlah negara Eropa dan Amerika Latin menyebut langkah AS sebagai preseden berbahaya bagi stabilitas regional. Uni Eropa menyerukan penahanan diri semua pihak dan penghormatan terhadap kehendak rakyat Venezuela.
Dengan Maduro dijadwalkan menghadapi sidang di pengadilan federal New York, tekanan terhadap pemerintahan sementara semakin besar. Delcy RodrÃguez kini berada di posisi sulit, harus menyeimbangkan tuntutan Washington soal minyak dan keamanan, sekaligus menjaga loyalitas rezim lama yang masih berakar kuat pada militer dan ideologi Chavismo.
- Donald Trump
- Amerika Serikat
- Nicolas Maduro
- Venezuela
- Konflik AS-Venezuela
- Maduro Ditangkap
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan
Berita Terkait:
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.