Junta Bebaskan Ratusan Tahanan dalam Amnesti Tahunan

Senin, 05 Jan 2026, 02:30 WIB

YANGON – Ratusan tahanan pada Minggu (4/1) dibebaskan di Myanmar setelah junta mengumumkan pengampunan hari kemerdekaan tahunan, hanya sepekan setelah dimulainya pemilihan umum yang telah dikecam oleh pemantau internasional sebagai sandiwara.

Militer merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021 yang memicu perang saudara, yang mengakibatkan pemberontaan prodemokrasi melawan pasukan junta, dan ribuan aktivis telah ditangkap.

Ket. Foto: Seorang tahanan perempuan melambaikan tangan dari sebuah bus usai ia dibebaskan dari Lapas Insein di Yangon, Myanmar, pada Minggu (4/1). Pada Minggu, junta Myanmar menyatakan mereka telah membebaskan lebih dari 6.000 tahanan lewat amnesti tahunan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. — Sumber: AFP/Sai Aung MAIN

“Selusin bus yang penuh dengan tahanan yang dibebaskan keluar dari penjara Insein Yangon pada Minggu pagi, dan beberapa di antaranya melambai kepada kerumunan simpatisan,” lapor jurnalis AFP.

Sementara anggota keluarga di luar penjara mengangkat tanda-tanda bertuliskan nama orang yang mereka cintai yang dipenjara, walau tidak yakin apakah mereka termasuk di antara tahanan yang dibebaskan.

Seorang pria mengatakan dia berharap bertemu ayahnya, yang dipenjara karena berpolitik. "Kalimatnya akan segera berakhir. Saya berharap dia akan dibebaskan sesegera mungkin,” kata pria itu yang menolak disebutkan namanya karena masalah keamanan.

Secara total, ketua junta Min Aung Hlaing mengampuni 6.134 warga negara Myanmar yang dipenjara, kata Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional, seraya menambahkan 52 tahanan asing juga akan dibebaskan dan dideportasi.

Amnesti tahanan tahunan yang menurut junta atas dasar kemanusiaan dan belas kasih itu diumumkan ketika Myanmar memperingati 78 tahun kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Inggris.

Myanmar diketahui sering memberikan amnesti kepada ribuan tahanan untuk memperingati hari libur atau perayaan agama  Buddha. Junta pernah membebaskan lebih dari 9.000 tahanan untuk memperingati hari kemerdekaan pada tahun 2024, dan hampir 6.000 untuk kesempatan yang sama tahun lalu.

Pemilu Bertahap

Sepekan lalu, junta yang berkuasa di Myanmar menggelar pemungutan suara dalam pemilihan bertahap selama sebulan, dengan para pemimpinnya berjanji bahwa jajak pendapat itu akan membawa demokrasi dan rekonsiliasi nasional.

Namun, para pembela hak asasi manusia dan diplomat Barat mengecam tindakan tersebut sebagai sebuah kepalsuan dan perubahan citra pemerintahan militer.

Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang promiliter meraih kemenangan yang menentukan pada fase pertama dengan memenangkan 90 persen kursi majelis rendah, menurut hasil resmi yang dipublikasikan di media pemerintah beberapa waktu lalu.

Banyak analis menggambarkan USDP sebagai wakil sipil militer.

Dua tahap pemungutan suara lagi dijadwalkan pada 11 dan 25 Januari.

Tokoh demokrasi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang sangat populer namun dibubarkan, Aung San Suu Kyi, tidak muncul dalam surat suara, dan dia telah dipenjara sejak kudeta.

Militer membatalkan hasil jajak pendapat terakhir pada tahun 2020 setelah NLD mengalahkan USDP dengan telak. Militer dan USDP kemudian menuduh penipuan pemilih besar-besaran, klaim yang menurut pemantau internasional tidak berdasar. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.