Brimob Diturunkan Jaga Jakarta

Senin, 05 Jan 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Ibu kota Jakarta harus dijaga tetap aman dan nyaman untuk dihuni. Jakarta harus dijauhkan dari begundal-begundal yang biasa membuat rusuh seperti tawuran. Maka, untuk mencegah terjadinya tawuran yang sudah tak terkendali, Brimob mulai diturunkan. Ini khususnya di kawasan-kawasan yang biasa terjadi tawuran.

Puluhan personel Brimob Polda Metro Jaya memperkuat patroli kendaraan roda dua sebagai antisipasi potensi tawuran di wilayah Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu. “Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dini guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto di Jakarta, Minggu.

Ket. Foto: Personel Brimob Polda Metro Jaya melakukan patroli dan kunjungan wilayah di Jakarta Timur, Minggu (4/1). — Sumber: ANTARA/HO-Brimob Polda Metro Jaya

Dia mengatakan kehadiran Brimob di kawasan tersebut merupakan respons atas informasi masyarakat terkait kerawanan konflik sosial yang kerap muncul di lingkungan sekitar. Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan menyusul insiden tawuran yang terjadi pada Jumat (2/1) dini hari di Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di depan Mall Bassura, Kelurahan Cipinang Besar Selatan.

“Peristiwa tersebut melibatkan dua kelompok warga yang terlibat bentrokan, dan sempat terjadi beberapa kali dalam satu malam,” ujar Henik. Dia pun menegaskan Brimob Polda Metro Jaya meningkatkan kehadiran preventif melalui pemantauan situasi dan kehadiran aktif personel di lapangan untuk menekan potensi gangguan lanjutan serta memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.

“Kami menegaskan bahwa pendekatan preventif menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah,” tutur Henik. Lebih lanjut, dia mengungkapkan kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan wujud pelayanan kepolisian yang mengedepankan pencegahan serta respons cepat terhadap potensi gangguan.

“Brimob Polda Metro Jaya terus berkomitmen hadir untuk menjaga situasi tetap kondusif melalui langkah-langkah preventif, profesional, dan humanis sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,” ungkap Henik.

Kasus Warakas

Sementara itu, terkait tewasnya tiga anggota keluarga di Warakas, Jakarta Utara, maka Polres Metro Jakarta Utara telah memeriksa 10 orang terkait tewasnya seorang ibu berinisial SS (50) dan dua anaknya berinisial AAB (13) dan AAL (27). Mereka tewas di dalam kontrakan di Jalan Warakas 5 Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, pada hari Jumat (2/1).

“Total ada 10 orang yang diperiksa dan yang dijadikan saksi dalam kasus ini baru empat orang,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar di Jakarta, Minggu. Penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan dan autopsi dari RS Polri untuk mengungkap penyebab tewasnya para korban. “Hasil pemeriksaan belum keluar,” kata dia.

Dia menjelaskan, penyidik masih bekerja dan melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti serta keterangan saksi. “Kami masih bekerja untuk mengungkap kasus ini,” ujar Onkoseno.

Menurut dia, yang pertama kali menemukan ketiga jasad korban adalah anak korban yang baru pulang ke rumah. Saat anak tersebut pulang dan membuka pintu mendapati tubuh keluarganya terlentang di dalam kontrakan tersebut. “Anak ini menemukan ketiga jasad dalam kondisi mulut mengeluarkan busa dan ada ruam di tubuhnya,” kata dia.

Onkoseno masih melakukan penyelidikan terkait penyebab mulut mengeluarkan busa dan ruam yang ditemukan di jasad korban. “Proses penyelidikan masih berjalan dan kami masih melakukan analisa terkait kasus ini,” kata dia. Untuk barang bukti, lanjutnya petugas menyita barang bukti berupa botol minuman, bungkus makanan, seprai dan pakaian korban. “Barang bukti ini kami kumpulkan untuk melengkapi penyelidikan,” kata dia.

Sebelumnya, tiga orang yang terdiri dari dua perempuan dan satu anak laki-laki ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan di Jalan Warakas 5, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat pagi. Sementara itu, satu korban selamat dan dibawa ke RSUD Koja untuk mendapatkan perawatan medis.

Korban yang meninggal dunia, yakni anak laki-laki berinisial AAB (13), perempuan berinisial SS (50) dan perempuan berinisial AAL (27). Sedangkan korban yang selamat adalh pria berinisial ASJ (22).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.