Bank Mandiri Bekerja Sama dengan Kementerian Pertahanan Bangun 5 Jembatan Bailey di Sumatera
Sabtu, 03 Jan 2026, 17:10 WIBJAKARTA - Bank Mandiri kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai BUMN yang tidak hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi juga pada penciptaan nilai sosial. Bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Bank Mandiri membangun lima Jembatan Bailey untuk memulihkan konektivitas wilayah di Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Pembangunan jembatan tersebut ditujukan untuk membuka kembali akses wilayah yang sempat terisolasi akibat bencana alam. Kehadiran Jembatan Bailey diharapkan mampu menjadi solusi cepat agar mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan nyata perseroan terhadap upaya pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana. Bank Mandiri memandang konektivitas sebagai kebutuhan dasar yang krusial bagi keberlangsungan hidup masyarakat terdampak.
Menurut Riduan, sinergi lintas sektor antara Bank Mandiri dan Kementerian Pertahanan menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang cepat dan tepat sasaran. Kolaborasi ini mencerminkan kehadiran negara melalui kerja bersama berbagai institusi untuk menjawab kebutuhan darurat masyarakat.
"Sinergi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat penanganan bencana. Jembatan Bailey dipilih karena instalasinya relatif cepat dan sangat sesuai untuk kondisi wilayah terdampak, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Riduan dalam keterangan resmi, Sabtu (3/1).
Ia menjelaskan bahwa Jembatan Bailey dipilih karena memiliki karakteristik fleksibel dan adaptif terhadap berbagai kondisi medan. Selain mudah dipasang, jembatan ini juga dapat dipindahkan sesuai kebutuhan lapangan sebelum pembangunan infrastruktur permanen dilakukan.
Lebih lanjut, Riduan menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut diharapkan menjadi penghubung vital bagi masyarakat. Akses yang kembali terbuka akan mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi warga setempat.
Bank Mandiri memandang pembangunan jembatan ini sebagai bagian dari pendekatan pemulihan yang berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga memastikan roda kehidupan masyarakat dapat kembali bergerak secara bertahap.
Selain pembangunan infrastruktur darurat, Bank Mandiri juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar. Sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025, lebih dari 288.889 paket bantuan telah disiapkan dan disalurkan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Mulai dari paket sembako, obat-obatan, perlengkapan perempuan dan balita, selimut, genset, air bersih, kasur lipat, hingga pakaian layak pakai.
Langkah ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan berkelanjutan Bank Mandiri dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat. Pendekatan ini juga menegaskan komitmen perseroan untuk hadir secara konsisten di wilayah terdampak bencana.
Memasuki awal tahun 2026, Bank Mandiri kembali melanjutkan dukungannya melalui pembangunan 600 unit Hunian Danantara atau hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan hunian ini ditujukan untuk memberikan tempat tinggal layak bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana.
Tak hanya itu, Bank Mandiri juga mengerahkan Relawan Mandiri Tanggap Bencana sebagai ujung tombak pendampingan langsung di lapangan. Relawan tahap kedua ini dikirim untuk menggantikan relawan tahap awal yang sebelumnya bertugas di Kabupaten Gayo Luwes.
Sebanyak 20 relawan tergabung dalam batch kedua tersebut dan berasal dari berbagai unit bisnis serta kantor wilayah Bank Mandiri. Mereka juga melibatkan Mandiri Emergency Response Unit atau Team MERU Mandiri Club sebagai bagian dari penguatan respons lapangan.
Di lokasi bencana, para relawan tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan logistik. Mereka juga bertanggung jawab terhadap operasional posko tanggap bencana yang mencakup dapur umum, layanan kesehatan, dukungan pendidikan, hingga kegiatan trauma healing bagi warga terdampak.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial masyarakat. Bank Mandiri menilai pendampingan langsung menjadi elemen penting dalam membantu warga bangkit dari dampak bencana.
Konsistensi berbagai langkah tersebut menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanganan bencana. Melalui kolaborasi, bantuan berkelanjutan, dan keterlibatan langsung di lapangan, Bank Mandiri terus berupaya memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat Sumatera.
- infrastruktur
- BUMN
- Bank Mandiri
- Kementerian Pertahanan
- bangun jembatan
- Kemenhan
- Pemulihan bencana
- bencana sumatera
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Public Expose 2026: Rumah Zakat Bakal Perkuat Inovasi Program demi Memperluas Manfaat
-
Perkara Kekerasan Seksual Paman terhadap Ponakan Masuk Tahap Kejaksaan
-
Mandiri Macro and Market Brief 2026
-
Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Serang Bertahan dengan Cara Pahit
-
Bank Mandiri Bawa Semangat "More Than a Race" Lewat Livin Jakarta Run Road to MJM 2026
-
Momen Idul Adha 1447 H, Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
-
TNI AD Pastikan Jembatan Armco di Bener Meriah Aceh Layak Digunakan Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.