Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Konsumen, Ini Jurus Bulog 2026
Jumat, 02 Jan 2026, 12:16 WIBJAKARTA-Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani memaparkan sejumlah langkah strategis lembaga tersebut pada tahun 2026. Penegasan itu diungkapkannya dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (2/1).
Memasuki tahun 2026, Perum BULOG ujar dia menyiapkan langkah strategis utama berupa penugasan penyerapan gabah/beras setara 4 juta ton, jagung sebesar 1 juta ton, dan penyerapan minyak goreng sebanyak 35 persen DMO (domestic market obligation) untuk 3 BUMN Pangan (BULOG, ID Food, dan Agrinas Palma).
Selain itu BULOG juga bertugas untuk menyalurkan 720 ribu ton Bantuan Pangan yang akan disalurkan untuk 18 juta PBP, untuk alokasi 4 bulan. Guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, sebanyak 1,5 juta ton Beras SPHP akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia melalui GPM serta pengecer. Penugasan ini menegaskan kepercayaan negara terhadap BULOG sebagai pilar stabilisasi pangan nasional.
âTarget penyerapan 4 juta ton setara beras dan jagung 1 juta ton adalah amanah besar. Ini adalah upaya konkret negara untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal, harga terjaga, dan cadangan pangan nasional semakin kuat,â ujar Dirut Ahmad Rizal R.
Selain itu, BULOG merencanakan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen guna memperkuat pengelolaan hasil pangan dari hulu ke hilir.
âPenguatan infrastruktur pascapanen adalah investasi strategis. Kami ingin hasil produksi petani tidak hanya terserap, tetapi juga terjaga mutunya dan memiliki nilai tambah,â pungkasnya.
Dengan capaian solid di tahun 2025 dan langkah strategis yang terarah di tahun 2026, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan nasional, sejalan dengan visi besar Asta Cita Pemerintah.
Sebagai informasi, hingga 31 Desember 2025, BULOG mencatat pengadaan beras nasional setara beras sebesar 3.191.969 ton, yang berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras. Capaian ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani.
Penyerapan GKP tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Perum BULOG. Dirut BULOG menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kehadiran aktif BULOG di lapangan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Korban Selamat Kecelakaan Laut KMP Virgo Dilarikan ke Sejumlah RS di Banjarmasin, Ini Kondisinya
-
Ada Apa di Balik Maraknya Live Tawuran? DPR Minta Polri Gandeng TikTok dan Meta untuk Mengatasinya
-
RI Diminta Setop Jual Bahan Mentah, Kekayaan Tropis Harus Jadi Produk Bernilai Tinggi
-
Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Hingga Panen Maret 2027, Stok Bulog 5 Juta Ton Plus 10 Juta Ton HOREKA
-
BPH Migas: Kami Butuh Dukungan Pihak Terkait demi Kelancaran Distribusi BBM
-
BULOG Gerak Cepat! Sidak Pasar Serentak Cegah Beras Mahal
-
Pemprov Jawa Timur Lakukan Penanganan Simultan Atasi Dampak Kemarau Panjang yang Melanda 24 Kabupaten/Kota
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.