Panen Padi PM-AAS di Sidrap Tembus 11,2 Ton per Hektare, Lampaui Target.

Senin, 10 Agu 2026, 16:38 WIB

Kementerian Pertanian menyatakan panen padi perdana program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan, menghasilkan 11,2 ton gabah per hektare, melampaui target dalam mendorong produktivitas pertanian.

"Penerapan pertanian PM-AAS kembali membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan produktivitas padi nasional," kata Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan Fadjry Djufry dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Lahan persawahan di salah satu wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur — Sumber: Antara Foto

Dia menyampaikan setelah sebelumnya mencatat hasil ubinan mencapai 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini PM-AAS di Kabupaten Sidrap, mencetak capaian yang lebih tinggi.

Panen padi perdana di Sidrap pada kawasan PM-AAS seluas 100 hektare menghasilkan produktivitas mencapai 11,2 ton gabah per hektare, melampaui target sekaligus memperkuat efektivitas modernisasi pertanian yang dijalankan Kementerian Pertanian.

Capaian tersebut diperoleh berdasarkan hasil ubinan pada lahan seluas satu hektare yang ditanam pada 30 April 2026 menggunakan varietas Inpari 48 dengan umur panen 98 hari setelah tanam.

Hasil ubinan mencapai 7,7 kilogram atau setara 11,2 ton gabah per hektare, menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya secara terpadu melalui PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Menurutnya keberhasilan di Sidrap memperkuat konsistensi hasil PM-AAS di berbagai daerah.

Sebelumnya, penerapan PM-AAS di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menghasilkan produktivitas 10,43 ton GKP per hektare, hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas petani setempat yang selama ini berkisar 5–6 ton per hektare.

"Capaian di dua wilayah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan PM-AAS mampu diterapkan pada berbagai kondisi agroekosistem dengan hasil yang sama-sama tinggi," katanya.

Ia menambahkan PM-AAS merupakan pendekatan budidaya yang mengintegrasikan seluruh komponen teknologi dalam satu sistem produksi yang saling mendukung, mulai dari penggunaan varietas unggul spesifik lokasi, mekanisasi pertanian, pengelolaan hara dan air, hingga pendampingan budidaya secara intensif.

"Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu, tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak," jelas Fadjry.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan PM-AAS merupakan salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.

Program itu dikembangkan melalui penelitian dan pengujian selama hampir dua tahun dengan mengintegrasikan penggunaan varietas unggul, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengelolaan air, serta pendampingan budidaya secara intensif sehingga mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa petani di daerahnya mampu menjawab kepercayaan pemerintah melalui peningkatan produktivitas.

"Alhamdulillah hasilnya over target. Ini membuktikan petani Sidrap mampu menjawab kepercayaan pemerintah," kata Syaharuddin.

Ia menjelaskan, meski sempat menghadapi dampak El Nino, sektor pertanian Sidrap tetap mampu bertahan. Dari sekitar 52 ribu hektare lahan pertanian, hanya sekitar seribu hektare yang terdampak, sementara sekitar 50 ribu hektare kini telah memasuki masa panen.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap menyiapkan hadiah umrah bagi petani dengan hasil panen tertinggi di kawasan PM-AAS seluas 100 hektare.

Selain itu, pemerintah juga kembali memberikan dukungan pengembangan PM-AAS seluas 10 ribu hektare yang dilengkapi bantuan benih unggul, pupuk urea, pupuk Phonska, silika, pupuk organik, dan dolomit untuk mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300.

"Kita tidak ingin mengecewakan Menteri Pertanian. Karena hasilnya melampaui target, Sidrap kembali dipercaya mendapatkan bantuan untuk seribu hektare berikutnya," tegas Syaharuddin.

Keberhasilan PM-AAS di Sidrap semakin memperkuat bukti bahwa modernisasi pertanian mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas padi di berbagai daerah.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.