• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Vietnam Gandeng VFS Global...

Vietnam Gandeng VFS Global Perkuat Promosi Pariwisata, Bidik Pasar Indonesia

Senin, 10 Agu 2026, 17:11 WIB

JAKARTA — Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam atau Viet Nam National Authority of Tourism (VNAT) menggandeng VFS Global untuk memperkuat promosi pariwisata Vietnam di sejumlah pasar internasional, termasuk Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara VNAT dan VFS Global di Hanoi pada 6 Agustus 2026.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkenalkan beragam destinasi dan pengalaman wisata di Vietnam sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara melalui kegiatan promosi yang lebih terkoordinasi.

Ket. Foto: Acara penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Vietnam National Authority of Tourism (VNAT) dan VFS Global di Hanoi pada 6 Agustus 2026. Vietnam menggandeng VFS Global untuk memperkuat promosi pariwisata di Indonesia dan pasar utama. Sebanyak 130.000 wisatawan Indonesia berkunjung pada semester I 2026. — Sumber: VNAT

Indonesia menjadi salah satu pasar yang mendapat perhatian dalam kerja sama tersebut. Data yang disampaikan dalam kesepakatan itu menunjukkan, sebanyak 200.000 wisatawan Indonesia mengunjungi Vietnam sepanjang 2025. Sementara itu, dalam enam bulan pertama 2026, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Vietnam telah mencapai 130.000 orang.

Angka tersebut menunjukkan pasar Indonesia memiliki potensi untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya perjalanan wisatawan Indonesia ke Vietnam.

Promosi melalui Jaringan VFS Global

Melalui kerja sama ini, destinasi, pengalaman wisata, dan pilihan perjalanan di Vietnam akan dipromosikan melalui jaringan VFS Global di sejumlah negara prioritas.

Jaringan tersebut mencakup Visa Application Centre (VAC), platform digital, kanal komunikasi, konter informasi, serta layar digital yang tersedia di berbagai titik layanan VFS Global.

Selain promosi melalui jaringan layanan, kerja sama juga mencakup program promosi destinasi, partisipasi dalam pameran pariwisata internasional, kegiatan jejaring bisnis, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan industri pariwisata.

VFS Global juga akan berkolaborasi dengan mitra usaha perjalanan wisata dan pelanggan strategis dalam rangka memperkenalkan berbagai pilihan perjalanan yang tersedia di Vietnam.

Ketua Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam Nguyen Trung Khanh mengatakan jaringan internasional VFS Global dapat membantu Vietnam menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas. VFS Global saat ini mengoperasikan lebih dari 4.200 pusat layanan di 169 negara dan wilayah.

Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi saluran untuk menyampaikan informasi mengenai Vietnam sebagai destinasi wisata kepada calon wisatawan di berbagai pasar sasaran. Kerja sama tersebut diharapkan membuat promosi pariwisata Vietnam dapat dilakukan secara lebih luas dan konsisten.

“Saya yakin, melalui kerja sama ini, citra dan informasi mengenai Vietnam sebagai destinasi wisata dapat dipromosikan secara lebih konsisten, luas, dan efektif melalui jaringan VFS Global, khususnya di pasar sasaran,” ucapnya melalusi siaran pers pada hari Senin (10/8).

VFS Global Perluas Layanan ke Sektor Pariwisata

Selain bisnis utamanya dalam layanan visa, VFS Global dalam beberapa tahun terakhir juga mengembangkan layanan yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

Chief Operating Officer - China, Australasia & RCIS VFS Global Simon Peachey mengatakan kerja sama dengan VNAT menjadi bagian dari upaya mendukung promosi Vietnam sebagai destinasi wisata internasional.

Menurut Peachey, kemitraan tersebut berlangsung ketika Vietnam tengah meningkatkan target kunjungan wisatawan mancanegara dalam jangka panjang.

Vietnam menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sekitar 15-18 persen per tahun. Pemerintah negara tersebut juga menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 45-50 juta pada 2030.

Melalui kerja sama dengan VNAT, VFS Global akan memanfaatkan jaringan dan pengalaman di bidang promosi destinasi untuk membantu memperkenalkan kekayaan budaya, alam, serta pengalaman wisata Vietnam kepada calon wisatawan di pasar prioritas.

VFS Global menyebut unit Tourism Services yang dimilikinya telah memiliki pengalaman selama 16 tahun dalam promosi pariwisata. Unit tersebut telah mendukung lebih dari 27 destinasi di berbagai negara melalui kegiatan pemasaran destinasi, pengembangan pasar, serta kerja sama dengan pelaku industri pariwisata.

Kunjungan Wisatawan Vietnam Terus Bertumbuh

Kerja sama promosi tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan sektor pariwisata Vietnam.

Pada 2025, Vietnam menerima lebih dari 21 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Jumlah tersebut menjadi capaian penting karena untuk pertama kalinya kunjungan wisatawan internasional ke negara tersebut menembus angka 21 juta. Untuk 2026, Vietnam menargetkan 25-27 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Dalam jangka lebih panjang, negara tersebut menargetkan jumlah kunjungan wisatawan internasional mencapai 45-50 juta pada 2030. Target tersebut menunjukkan ambisi Vietnam untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan wisata utama di kawasan Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu pasar potensial dalam strategi tersebut.

Sepanjang 2025, sebanyak 200.000 wisatawan Indonesia tercatat mengunjungi Vietnam. Jumlah tersebut kemudian mencapai 130.000 wisatawan hanya dalam enam bulan pertama 2026. Dengan capaian tersebut, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia pada 2026 berpotensi melampaui angka tahun sebelumnya apabila tren perjalanan tetap berlanjut pada paruh kedua tahun ini.

Promosi Menjadi Bagian dari Strategi Pariwisata

Kerja sama VNAT dan VFS Global menunjukkan bahwa promosi destinasi semakin dilakukan melalui berbagai saluran, tidak hanya melalui kampanye pariwisata konvensional. Jaringan layanan yang berhubungan dengan perjalanan internasional dapat menjadi titik kontak untuk memperkenalkan informasi destinasi kepada calon wisatawan. Pendekatan tersebut juga memungkinkan promosi dilakukan bersamaan dengan ekosistem perjalanan yang sudah digunakan wisatawan ketika merencanakan perjalanan ke luar negeri.

Bagi Vietnam, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar wisatawan mancanegara. Sementara bagi Indonesia, pertumbuhan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Vietnam menunjukkan semakin besarnya potensi pasar perjalanan antara kedua negara.

Dengan target 25-27 juta wisatawan mancanegara pada 2026 dan 45-50 juta kunjungan pada 2030, Vietnam masih memiliki ruang besar untuk memperluas promosi destinasi ke pasar-pasar internasional, termasuk Indonesia.

Kolaborasi dengan VFS Global diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai destinasi Vietnam sekaligus mendorong lebih banyak wisatawan untuk mempertimbangkan negara tersebut sebagai tujuan perjalanan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.