Disambut Hangat Sejak Mendarat, Wamenpar: Sambutan di Bandara Bisa Jadi Magnet Wisata
Kamis, 01 Jan 2026, 19:52 WIBJAKARTA â Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa berharap momen kedatangan wisatawan di bandara bisa dimanfaatkan lebih maksimal. Menurutnya, penyambutan yang hangat dan berkesan sejak tiba di bandar udara dapat menjadi kesan pertama yang positif bagi wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara.
Bandara dinilai sebagai etalase awal pariwisata. Ketika wisatawan disambut dengan ramah, tertib, dan bernuansa lokal, rasa nyaman pun langsung terbentuk. Hal sederhana ini diyakini bisa mendorong wisatawan untuk betah, bahkan tertarik datang kembali di lain waktu.
Dengan sentuhan penyambutan yang lebih kreatif dan konsisten di sejumlah bandara, Ni Luh Puspa optimistis jumlah kunjungan wisata akan terus meningkat. Bukan hanya soal angka, tetapi juga kualitas pengalaman sejak langkah pertama menginjakkan kaki di Indonesia.
âIni adalah tradisi yang setiap tahun kita lakukan. Kami berharap penyambutan ini membawa optimisme bahwa pada tahun 2026 akan terjadi pergerakan pariwisata yang semakin positif,â kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (1/1).
Pada kesempatan kali ini, Ni Luh beserta sejumlah jajaran Kementerian Pariwisata dan Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyambut langsung kedatangan wisatawan asal Narita, Jepang di Bandara Soekarno-Hatta. Para penumpang maskapai All Nippon Airways (ANA) dengan nomor penerbangan NH835 itu mendarat hari ini pukul 00.15 WIB.
Satu per satu penumpang disambut hangat dan menerima bingkisan dari Kementerian Pariwisata dan InJourney Airports. Baik penumpang maupun kru pesawat disambut dengan tarian tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Selain Soekarno-Hatta, pemerintah juga menyambut wisatawan secara perdana di tahun ini di Bali dan Kepulauan Riau sebagai tiga pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar di Indonesia.
Ni Luh turut menyampaikan bahwa kinerja sektor pariwisata pada 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara tumbuh di atas 10 persen dibandingkan tahun 2024.
Selama periode Januari hingga Oktober 2025, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat lebih dari 12 juta, sementara pergerakan wisatawan nusantara mencapai lebih dari 900 juta perjalanan.
âIni menunjukkan bahwa kepercayaan dunia dan masyarakat terhadap destinasi Indonesia semakin pulih, semakin tangguh, dan semakin kuat. Kondisi ini harus kita jaga bersama,â ujar Ni Luh.
Pertumbuhan sektor pariwisata yang baik membuat Kementerian Pariwisata menurutnya optimistis jika di tahun 2026 pergerakan wisatawan akan terus meningkat.
Pada tahun 2026, Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16 hingga 17 juta dan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,1 miliar perjalanan. Guna menunjang target tersebut, kementerian telah merancang berbagai program strategis yang berfokus pada kualitas dan keberlanjutan, dimana peningkatan standar keselamatan dan keamanan wisatawan jadi fokus utama.
Kementerian turut memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas, termasuk desa wisata sebagai pilar penting dan mengembangkan wisata minat khusus seperti gastronomi, wisata bahari, wisata warisan, desain dan seni, serta wisata kebugaran.
âKita tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang pengalaman yang dirasakan wisatawan. Wisata berbasis pengalaman kan menjadi kunci,â ucapnya.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyampaikan bahwa sepanjang periode 15â30 Desember 2025, pergerakan penumpang di seluruh jaringan bandara yang dikelola InJourney Airports mencapai 7,8 juta penumpang.
Jumlah yang penumpang khusus di Bandara Soekarno-Hatta sudah mencapai 2,7 hingga 3 juta atau tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
âSementara untuk Bali, penerbangan internasional mencatat peningkatan 1,9 hingga 2 persen dibandingkan tahun lalu,â ujarnya.
Ia menambahkan bandara kini tidak sekadar menjadi pintu keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata. Maka dari itu, peningkatan layanan dan pengalaman penumpang terus dilakukan, salah satunya yaitu menghadirkan berbagai aktivitas menarik seperti pemberian hadiah pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
- penyambutan kedatangan wisatawan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.