• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Perubahan Sirkulasi Laut J...

Perubahan Sirkulasi Laut Jadi Kunci Pendinginan Periode Glasial Terakhir

Selasa, 23 Des 2025, 05:20 WIB

Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para peneliti Universitas Arizona diduga telah memecahkan dua misteri yang lama membingungkan para ahli paleoklimatologi, yakni asal-usul lapisan es yang menandai zaman es terakhir atau Periode Glasial Terakhir lebih dari 100.000 tahun lalu, serta bagaimana lapisan es tersebut dapat tumbuh dengan sangat cepat.

Memahami faktor yang mendorong siklus glasial–interglasial Bumi—yakni kemajuan dan penyusutan periodik lapisan es di Belahan Bumi Utara bukanlah perkara mudah. Selama puluhan tahun, para peneliti telah mencurahkan upaya besar untuk menjelaskan perluasan dan penyusutan massa es raksasa yang terjadi selama ribuan tahun.

Ket. Foto: Pegunungan Skandinavia di Swedia utara. — Sumber: AFP/Jonathan NACKSTRAND

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience pada 2022 ini mengusulkan penjelasan baru mengenai perluasan cepat lapisan es yang menutupi sebagian besar Belahan Bumi Utara pada zaman es terakhir. Temuan tersebut juga dinilai relevan untuk memahami periode glasial lainnya sepanjang sejarah Bumi.

Sekitar 100.000 tahun lalu, ketika mammoth masih berkeliaran di Bumi, iklim Belahan Bumi Utara mengalami penurunan drastis yang memungkinkan terbentuknya lapisan es raksasa. Dalam kurun waktu sekitar 10.000 tahun, gletser pegunungan lokal tumbuh dan menyatu menjadi lapisan es luas yang menutupi sebagian besar wilayah yang kini menjadi Kanada, Siberia, dan Eropa utara.

Meski telah diterima secara luas bahwa “goyangan” periodik orbit Bumi mengelilingi Matahari memicu pendinginan musim panas di Belahan Bumi Utara yang kemudian mengawali glasiasi besar, para ilmuwan masih kesulitan menjelaskan keberadaan lapisan es yang sangat luas di Skandinavia dan Eropa utara, wilayah yang secara relatif memiliki suhu lebih hangat.

Berbeda dengan Kepulauan Arktik Kanada yang sangat dingin sehingga es mudah terbentuk, Skandinavia seharusnya sebagian besar tetap bebas es akibat pengaruh Arus Atlantik Utara yang membawa air hangat ke pesisir Eropa barat laut.

Meskipun kedua wilayah tersebut berada pada garis lintang yang relatif sama, suhu musim panas di Skandinavia jauh di atas titik beku, sementara sebagian besar wilayah Arktik Kanada tetap berada di bawah titik beku sepanjang musim panas, menurut para peneliti. Perbedaan inilah yang membuat model iklim kesulitan menjelaskan meluasnya gletser di Eropa utara yang menandai awal zaman es terakhir, kata penulis utama studi tersebut, Marcus Lofverstrom.

Menurut para penulis studi, secara keseluruhan hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa pembentukan es laut di Kanada utara kemungkinan merupakan prasyarat penting bagi terjadinya glasiasi di Skandinavia.

Upaya mendorong model iklim melampaui fungsi tradisionalnya dalam memprediksi iklim masa depan pun dinilai memberikan wawasan baru tentang dinamika iklim Bumi di masa lalu. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.