Pemulihan Usaha Jadi Kunci Menahan Dampak Ekonomi Bencana Sumatera
Selasa, 23 Des 2025, 01:05 WIBJakarta â Pemulihan aktivitas usaha dinilai menjadi kunci utama untuk menahan dampak ekonomi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Seperti dikutip dari Antara, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menegaskan bahwa fokus awal saat ini adalah memastikan roda ekonomi di daerah terdampak dapat kembali bergerak.
âSaat ini, saya rasa yang menjadi utama adalah bagaimana bersama-sama kita bisa mengatasi situasi yang ada. Jadi, mungkin kalau melihat dari dampak ekonomi, satu, adalah pemulihan,â kata Shinta di Jakarta, Senin (22/12).
Lebih lanjut, Shinta mengatakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan perdagangan lokal merupakan sektor usaha yang paling terdampak dari bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera itu.
âDari segi pelaku (usaha), terus terang kami banyak sekali menyoroti teman-teman UMKM di sana (terdampak paling berat) karena distribusi (terhambat), bahkan kurangnya air bersih, dan lain-lain, tentunya itu sangat berdampak kepada banyak pelaku (usaha) juga,â kata dia lagi.
Mengenai kalkulasi kerugian dan dampak bencana ini terhadap pertumbuhan serta proyeksi ekonomi nasional, Shinta mengatakan pihaknya mengacu pada perhitungan sementara dari Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu.
Bank Sentral pada Kamis (18/12) lalu, menilai bencana banjir bandang yang dialami masyarakat di wilayah Sumatera akan turut berdampak pada kinerja perekonomian nasional, dengan menggerus sekitar 0,017 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025.
Hal itu diungkapkan berdasarkan hasil asesmen awal otoritas moneter yang mempertimbangkan matinya pergerakan ekonomi selama 32 hari dari tiga provinsi terdampak.
âSoal kalkulasi berapa besar dampak ekonomi, dari perspektif ekonomi sudah dibuat oleh pemerintah, ya, 0,017. Kami sendiri belum membuat berapa persentase dari pengaruh ini. Jelas tentunya berdampak, tapi sampai seberapa jauh nantinya ini bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan lain-lain, Saya rasa faktornya banyak,â ujar Shinta.
Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan 19 jiwa korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Sabtu (20/12). Penambahan kembali korban jiwa tersebut menjadikan total meninggal dunia mencapai 1.090 korban.
Jemput Aspirasi
Seiring dengan itu, Komisi VII DPR yang membidangi Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Badan Standarisasi Nasional, RRI, TVRI, dan ANTARA menjemput aspirasi masyarakat ke daerah terdampak bencana.
"Kami hadir di sini tentu dalam rangka melaksanakan tugas reses. Kami sudah menetapkan Padang Pariaman sebagai tujuan reses sebelum bencana melanda," kata Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay di Kabupaten Padang Pariaman, Senin.
Dalam kesempatan itu, Saleh Partaonan menyampaikan Komisi VII juga menyalurkan bantuan sebesar 500 juta rupah yang akan diberikan kepada pelaku UMKM yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Saleh mengatakan bantuan itu sengaja menyasar pelaku UMKM agar roda perekonomian segera pulih. Sementara, untuk perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah dan sebagainya memerlukan biaya besar yang akan ditanggung pemerintah pusat.
- Bencana Aceh
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Persib vs Persija: Gol Cepat Beckham Putra Bikin Maung Bandung Menang Tipis dengan Skor 1-0
-
Jelang Ramadhan, BNPB Pastikan Kebutuhan Air Bersih Pengungsi Aceh Terpenuhi
-
Ekspor RI 2026 Hadapi Tantangan Berat
-
Akses Terputus di Kecamatan Jeumpa Aceh, Kementerian PU Siapkan Langkah Darurat
-
Upaya untuk Memenuhi Kebutuhan Logistik Penyintas Bencana Aceh
-
Penuhi Kebutuhan Masyarakat Terdampak Bencana, Penyaluran Bantuan Pangan di Aceh Hampir 90 Persen
-
Kondisi pascabencana di Pante Bidari Aceh Timur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.