Pemerintah Tekankan Mitigasi Cuaca Ekstrem saat Libur Akhir Tahun

Selasa, 23 Des 2025, 03:06 WIB

CILEGON - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa upaya mitigasi terhadap dampak cuaca ekstrem menjadi fokus utama pemerintah dalam mengamankan masa libur Natal dan tahun baru.

“Semua disiapkan secara matang, termasuk mengantisipasi cuaca. Seperti yang kita tahu, kita sedang menghadapi cuaca yang basah luar biasa,” kata Menko PMK, Pratikno, usai meninjau kesiapan layanan di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Senin (22/12).

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. — Sumber: Koran Jakarta/M. Fachri

Pratikno memaparkan sejumlah tantangan alam yang dihadapi saat ini, mulai dari fenomena siklon di tiga provinsi, pemulihan pasca bencana di beberapa daerah, hingga prakiraan cuaca buruk di wilayah pantai selatan.

Oleh karena itu, pemerintah telah mengonsolidasikan kekuatan lintas sektoral untuk memastikan langkah antisipasi berjalan optimal jika kondisi cuaca memburuk. “Tadi kita sudah menyaksikan bahwa kesiapan semua kementerian dan lembaga sangat tinggi. Baik dari sisi TNI, Polri, Basarnas, maupun seluruh jajaran kementerian,” ujarnya.

Ia memastikan, seluruh personel dan infrastruktur pendukung telah disiagakan untuk meminimalkan risiko, sehingga masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan mudik maupun balik dengan aman dan nyaman. “Kita tetap mengantisipasi segala hal yang tidak kita inginkan. Itu pun kita sudah siap,” tegasnya.

Menko PMK juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah mempersiapkan skenario penanganan libur akhir tahun ini di tengah tantangan kondisi alam yang tidak menentu.

Mudik Aman

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Jasa Marga Toll Road Command Center di Jatiasih, Bekasi, pada Senin untuk memastikan mudik masa Natal 2025 dan tahun baru berjalan aman dan nyaman.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri mengecek kesiapan pos terpadu serta sarana dan prasarana yang disiapkan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan saat momen arus mudik dan balik Nataru 2025.

Dari kunjungannya, ia mengatakan bahwa Jasa Marga Toll Road Command Center bisa memantau kondisi terkini di seluruh jalur tol se-Indonesia. “Di dalam juga kita bisa mengecek kondisi terakhir dari seluruh jalur tol di Indonesia, baik di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, termasuk jalur yang terdampak bencana di Medan,” ucapnya.

Menurutnya, keandalan tersebut menjadi tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta agar pemerintah mewujudkan mudik yang aman sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, berdasarkan pantauan, Kapolri menyebut bahwa arus lalu lintas masih terpantau normal. Namun, memang terjadi peningkatan sebesar 21 hingga 22 persen.

Ia memastikan bahwa jajaran Korlantas Polri telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan akibat tingginya volume kendaraan. “Mulai dari rekayasa contraflow, one way, semua dipersiapkan agar berjalan dengan baik,” ucapnya.

Terakhir, Kapolri kembali menekankan jajaran untuk terus memantau seluruh perkembangan informasi soal prediksi cuaca maupun potensi bencana alam yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Adapun BMKG meminta masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang diprediksi terjadi pada akhir Desember 2025.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo, di Cilacap, Jawa Tengah, Senin, mengatakan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk periode Dasarian III Desember 2025 atau tanggal 21-31 Desember 2025. Beberapa wilayah bahkan masuk dalam kategori Siaga.

Lebih lanjut, dia mengatakan berdasarkan data prakiraan cuaca, wilayah yang masuk dalam status Siaga dengan curah hujan berkisar 200-300 milimeter per dasarian meliputi Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.

Sementara untuk wilayah berstatus Waspada dengan curah hujan berkisar 150–200 milimeter per dasarian meliputi Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kabupaten Batang, Kendal, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Temanggung, Kabupaten Semarang, Grobogan, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Kebumen, dan Purworejo. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.