- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakarta Selatan Career Fes...
Jakarta Selatan Career Fest Bazaar 2026 Digelar, Legislator Minta Transparan Soal Hasil
Rabu, 02 Sep 2026, 19:20 WIBJAKARTA - Kalangan legislator meminta Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan. Kegiatan tersebut dinilai harus memberikan hasil nyata berupa penyerapan tenaga kerja yang dapat diukur setelah acara berlangsung.
Anggota DPRD DKI Jakarta August Hamonangan mengatakan kegiatan yang digelar secara daring dan luring pada 27 Agustus hingga 11 September 2026 harus menjadi kesempatan bagi warga untuk mendapatkan pekerjaan. Menurutnya, keberhasilan job fair tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya masyarakat yang hadir atau perusahaan yang membuka informasi lowongan.
"Yang penting bukan hanya datang dan mencari informasi. Warga harus mendapat pekerjaan," ujar August, beberapa waktu lalu.
Menurut August, persoalan lapangan kerja masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian di Jakarta. Meskipun tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan, jumlah warga yang belum memiliki pekerjaan masih cukup besar.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, TPT Jakarta pada Juli 2026 turun 0,15 poin menjadi 6,03 persen. August mengapresiasi penurunan tersebut, tetapi menilai angka itu belum menunjukkan bahwa persoalan pengangguran telah sepenuhnya teratasi.
"Penurunan tentu patut diapresiasi. Tetapi, masalah pengangguran belum selesai," kata August.
Karena itu, ia meminta Pemprov DKI Jakarta tidak menjadikan jumlah perusahaan dan pencari kerja yang hadir sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026. Evaluasi setelah kegiatan diperlukan untuk mengetahui berapa banyak peserta yang benar-benar berhasil mendapatkan pekerjaan.
"Harus ada evaluasi berapa yang benar-benar diterima bekerja," tegas dia.
August juga mengingatkan agar kegiatan job fair tidak sekadar menjadi agenda rutin yang digelar tanpa indikator keberhasilan yang jelas. Menurutnya, data mengenai peserta yang diterima bekerja, jenis pekerjaan yang diperoleh, hingga keberlanjutan pekerjaan perlu dicatat sebagai bagian dari evaluasi.
"Jangan hanya menjadi kegiatan rutin," tandas politisi PSI itu.
Selain persoalan penyerapan tenaga kerja, August melihat keberadaan bazaar dalam Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 sebagai peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk UMKM kepada calon konsumen baru.
Untuk meningkatkan manfaat bazaar, August meminta promosi kegiatan diperkuat agar jumlah pengunjung semakin besar. Semakin ramai pengunjung, pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan penjualan.
"Kalau bazaar ramai, UMKM ikut mendapat manfaat," tutur dia.
Menurut August, pertumbuhan UMKM juga memiliki kaitan erat dengan penciptaan lapangan kerja. Ketika omzet dan skala bisnis meningkat, pelaku usaha berpotensi membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mendukung perkembangan usahanya.
"UMKM tumbuh, lapangan kerja bisa ikut tumbuh," pungkas dia.
Dengan demikian, Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 diharapkan tidak berhenti pada aktivitas mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan maupun kegiatan jual beli produk UMKM. Evaluasi hasil kegiatan dan penguatan promosi menjadi penting agar agenda tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan peluang usaha.
- Lapangan Kerja
- DPRD DKI Jakarta
- Lowongan Kerja
- Job Fair
- pengangguran jakarta
- Job Fair Jakarta Selatan
- Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.