Sri Sultan Hamengku Buwono X: Inacraft Festival Yogyakarta 2026 Targetkan Kriya Indonesia Tembus Pasar Global
Kamis, 16 Jul 2026, 19:37 WIBYOGYAKARTAÂ - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut International Handicraft Trade Fair (Inacraft), pameran kerajinan tangan, seni, dan kriya terbesar Asia Tenggara menjadi jembatan untuk membawa kerajinan Indonesia menembus pasar global.
"Inacraft Festival 2026 jadi jembatan strategis membawa kerajinan Indonesia, khususnya Yogyakarta menembus pasar global sekaligus membuka peluang kemitraan dagang yang berkelanjutan bagi para perajin dan pelaku UKM," kata Sri Sultan saat membuka Inacraft 2026 di Yogyakarta, Rabu.
Menurut Sultan, pameran Inacraft yang digelar pada 15 sampai 19 Juli di Yogyakarta tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Terlebih, beragam kerajinan Yogyakarta dengan kekayaan motif batik, ukir, gerabah, dan perak, memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain.
"Yogyakarta bangga menjadi bagian dari perjalanan panjang ini, dan berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan kerajinan, budaya, dan pariwisata di tingkat global," katanya.
Menurut Gubernur DIY, kehadiran delegasi dari berbagai negara di festival internasional tersebut menjadi bukti bahwa kerajinan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bahasa universal yang mampu menembus batas negara dan budaya.
"Kepada seluruh delegasi mancanegara, saya ucapkan selamat datang di Yogyakarta. Semoga, kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi dagang, namun juga pengalaman budaya yang bermakna," kata Sri Sultan.
Tema "Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia" yang diusung Inacraft 2026, kata Sultan, mengandung ajaran senantiasa memperindah memelihara keharmonisan dunia, dipandang relevan dengan semangat kerajinan yang dibangun melalui ketelitian, kesabaran, serta penghormatan terhadap material dan tradisi.
"Dalam skala yang lebih luas, nilai tersebut menjadi fondasi bagi terciptanya harmoni antarbangsa, melalui jalur perdagangan dan budaya yang saling menghargai," katanya.
âââââââLebih lanjut Sri Sultan mengajak para perajin dan pelaku industri kreatif Indonesia terus menghasilkan karya dengan kreasi dan kualitas terbaik, karena setiap produk kerajinan merupakan representasi wajah bangsa di mata dunia.
"Semoga penyelenggaraan festival ini membawa manfaat bagi seluruh peserta, memperluas jejaring kerja sama, menggerakkan perekonomian kreatif nasional, serta menjadi ikhtiarbersama untuk mengangkat karya anak bangsa menuju panggung dunia," katanya.
Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Muchsin Ridjan mengatakan, Inacraft Festival disiapkan sebagai platform bisnis yang mempertemukan perajin, pelaku UMKM, desainer, pembeli, pemerintah, komunitas kreatif, akademisi, hingga mitra industri dalam satu ekosistem untuk memperkuat daya saing produk kerajinan Indonesia.
"Tahun ini kami menghadirkan penyelenggaraan yang lebih kolaboratif, lebih inklusif, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku UMKM, pengrajin, desainer, komunitas kreatif, hingga buyer dari berbagai negara," katanya. Ant
- Ekonomi Kreatif
- Inacraft Festival Yogyakarta 2026
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Rofik Sang Pemburu Setelah Lima Hari Hilang di Hutan IKN
-
Pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif subsektor kuliner
-
Pintar Bareng GoPay Dukung UMKM Bali Melek Keuangan dan Jaga Keamanan Transaksi Digital
-
Harga Emas Antam Turun Rp13.000 Jadi Rp2,785 Juta Gram saat Idul Adha
-
Komoditas ekonomi kreatif nasional dari rotan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.