Grenada-Tiongkok Kolaborasi Kerja Sama Sektor Pertanian

Senin, 22 Des 2025, 00:06 WIB

TAIYUAN - Grenada, sebuah negara pulau berpanorama indah di Karibia timur, sangat bergantung pada pertanian sebagai tulang punggung mata pencaharian penduduknya.

Namun, sektor pertaniannya telah lama terkendala oleh teknologi yang usang, metode produksi tradisional, dan bencana alam yang kerap mendera.

Ket. Foto: — Sumber: FAO/Giuseppe Bizzarri

"Masyarakat setempat di Grenada sangat mengapresiasi bantuan teknis pertanian dari Tiongkok, kata-kata yang paling sering digunakan dalam evaluasi tim pakar ini adalah 'pekerja keras' dan 'sangat profesional'," kata Yin Chao, seorang pakar pertanian yang terlibat dalam program bantuan Tiongkok untuk Grenada.

Hasil dari "Permintaan Proposal Global tentang Praktik Terbaik Pengentasan Kemiskinan (Panggilan Keenam)" diumumkan pada 10 Desember 2025 dalam Seminar Internasional Kemitraan Pengentasan Kemiskinan Global 2025, yang diadakan di Beijing, ibu kota Tiongkok.

Seminar Internasional Kemitraan Pengentasan Kemiskinan Global merupakan platform terlembaga yang didirikan bersama oleh departemen-departemen internasional untuk memfasilitasi pertukaran pengalaman tentang upaya pengentasan kemiskinan.

Sejak Oktober 2022, sebuah tim ahli pertanian Tiongkok telah menempuh perjalanan ribuan kilometer ke Grenada untuk memulai perjalanan pembangunan hijau yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat setempat dengan keterampilan yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan jangka pendek.

Disesuaikan dengan kondisi setempat, proyek ini berfokus pada lima bidang utama, yakni budi daya sayuran, pengelolaan pohon buah-buahan, peternakan, pembuatan kerajinan anyaman bambu dan rotan, serta pembangunan irigasi hemat air.

Melalui langkah-langkah komprehensif seperti membangun basis demonstrasi, membina petani profesional tipe baru, dan meningkatkan infrastruktur pertanian, proyek ini bertujuan untuk memberikan momentum berkelanjutan bagi modernisasi pertanian Grenada.

Proyek ini menolak pendekatan sederhana berupa donasi material semata, dan secara konsisten berpegang pada filosofi pengembangan kapasitas dengan mengintegrasikan konsep pertanian canggih dari Tiongkok serta teknologi yang tepat guna dengan kondisi alam Grenada, guna mengeksplorasi jalur berkelanjutan untuk pengentasan kemiskinan.

Yin tiba di Grenada pada Maret 2024 dan terus bekerja di lokasi proyek. Sebagai kepala tim proyek, dia bertanggung jawab atas manajemen proyek secara keseluruhan sekaligus bertindak sebagai pakar perlindungan tanaman.

"Kami telah membangun basis demonstrasi inti dan memperkenalkan serta menyeleksi puluhan varietas tanaman berdaya hasil tinggi dan berkualitas tinggi seperti mentimun, terong, dan melon yang beradaptasi dengan baik terhadap iklim setempat," kata Yin.

"Pada saat yang sama, kami telah mempromosikan 33 teknologi praktis, termasuk budi daya di bawah perlindungan, pemupukan berbasis formula, dan irigasi hemat air."

Dengan pendampingan para pakar, Geoffrey Francis, seorang pemilik usaha pertanian keluarga, berhasil meningkatkan pendapatannya lebih dari 50 persen. Kini, dia menjadi petani teladan yang berperan mendorong perkembangan di komunitasnya, ujar Yin.

Sementara itu, para pakar Tiongkok telah mendirikan pusat pelatihan pertanian dan mengadopsi pendekatan "kelas plus praktik lapangan", memberikan pelatihan kepada total lebih dari 1.100 peserta.

Kevon Anthony, seorang pemuda setempat, telah berkembang dari seorang peserta pelatihan biasa menjadi tulang punggung teknis yang penting di komunitasnya. "Teknologi Tiongkok telah membantu kebun sayur saya menghasilkan tambahan 2.000 dolar Karibia Timur setiap bulan," kata Anthony.

Selain menyediakan mesin pertanian dan benih, proyek ini telah menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung, termasuk stasiun servis mesin, bengkel kerja anyaman bambu, dan sistem irigasi.

Setelah lebih dari dua tahun implementasi yang cermat, lebih dari 100 varietas tanaman baru telah berhasil diperkenalkan, sementara keterampilan produksi dan tingkat pendapatan petani telah meningkat signifikan.

Model tiga dimensi proyek ini, yang menggabungkan rumah tangga percontohan, pelatihan teknis, dan dukungan infrastruktur, telah secara efektif meningkatkan ketahanan dan kapasitas pertumbuhan endogen sektor pertanian Grenada.

Dari nun jauh di Timur hingga Laut Karibia, para pakar pertanian Tiongkok telah membangun ikatan yang hangat dan abadi melalui teknologi pertanian, berkontribusi pada visi komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Ke depannya, lebih banyak lagi "kearifan Tiongkok" diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia, berkontribusi lebih lanjut pada pengentasan kemiskinan global dan pembangunan pertanian berkelanjutan. Ant/Xinhua

  • karibia
  • grenada

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.