Tak Sekadar Wisata Pantai, Situbondo Gaspol Garap Sport Tourism

Minggu, 21 Des 2025, 22:15 WIB

SITUBONDO – Gelaran agenda wisata olahraga atau sport tourism memiliki peran strategis sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus promosi destinasi.

Kegiatan ini mampu menarik arus wisatawan dalam jumlah besar, memperpanjang lama tinggal, dan mendorong perputaran ekonomi di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.

Ket. Foto: Peserta Baluran Cross Aquathlon 2025 adu cepat berlari setelah berenang di kawasan objek wisata Pantai Sijile, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Minggu (21/12/2025). — Sumber: ANTARA/ Novi Husdinariyanto

Secara analitis, sport tourism juga berfungsi sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan karena memadukan event olahraga dengan penguatan citra daerah dan peningkatan kualitas infrastruktur.

Jika dikelola secara konsisten dan profesional, agenda ini tidak hanya memberi dampak ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun daya saing destinasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat posisi daerah dalam peta pariwisata nasional maupun internasional.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur makin gencar menggelar agenda wisata olahraga atau sport tourism sebagai upaya menarik dan meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satunya Pemkab Situbondo berkolaborasi dengan Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur menggelar ajang Baluran Cross Aquathlon 2025 di objek wisata Pantai Sijile, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Minggu (21/12).

"Tentu kami sangat mendukung agenda sport tourism semacam ini, terlebih ini skala nasional. Dan secara secara tidak langsung akan mengenalkan Situbondo ke level nasional dan mampu menarik wisatawan untuk datang," kata Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah usai membuka kompetisi lari dan renang atau aquathlon.

Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur Anastasia Kirana menjelaskan agenda Baluran Cross Aquathlon 2025 merupakan kompetisi renang dan lari dan menjadi satu-satunya yang dilaksanakan di Indonesia dengan kondisi alam yang masih alami.

Dia menyebutkan, sebanyak 136 atlet dari berbagai daerah mengikuti lomba lari dan renang di Pantai Sijile, kawasan Taman Nasional Baluran.

"Kompetisi aquathlon ini sekaligus untuk melakukan seleksi atlet usia youth yakni 15 tahun ke bawah, untuk proyeksi ajang youth olympic games tahun 2030," kata Kirana.

Menurut dia, Pantai Sijile sangat representatif untuk venue aquathlon, karena gelombang lautnya yang tenang serta didukung pemandangan alam yang indah dan asri.

Dia menyampaikan ajang Baluran Cross Aquathlon 2025 menjadi yang pertama kali di Indonesia, dengan atlet aquathlon berenang di laut terbuka dan berlari di alam bebas (bukan aspal).

"Agenda lomba lari dan renang di Pantai Sijile ini juga menjadi bagian upaya mengenalkan kawasan wisata bahari yang terletak di sisi utara Taman Nasional Baluran," ujar Kirana.

Sebanyak 136 atlet dari berbagai daerah dalam ajang Baluran Cross Aquathlon 2025 ini dibagi menjadi beberapa kategori, yakni usia di bawah 10 tahun, di bawah 13 tahun, 16 tahun, peserta umum, lokal SD khusus peserta asal Situbondo, lokal SMP dan SMA.

Pantai Sijile di kawasan Taman Nasional Baluran Situbondo ini berpasir putih, dan punya dua muara yang terpecah daratan dan membentuk seperti lidah menjulur. Laut di Sijile juga penuhi terumbu karang, hingga hutan bakau dan pemandangan Gunung Baluran.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.