Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gua Batu Hapu: Cahaya, Hening, dan Keindahan Batu Kapur

📅 Sabtu, 20 Des 2025, 12:01 WIB | Oleh: Tim Penulis

Nilai strategis Gua Batu Hapu semakin menguat, setelah ditetapkan sebagai bagian dari Geopark Meratus. Pada 2018, kawasan ini bersama 53 situs lainnya resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia.

Geopark Meratus memiliki luas sekitar 3.645,01 kilometer persegi, dengan 54 situs yang tersebar di empat rute, yakni barat, utara, timur, dan selatan. Gua Batu Hapu tercatat sebagai situs ke-44 dan berada di jalur utara, yang merepresentasikan proses pembentukan Pegunungan Meratus.

Pengakuan dunia internasional datang, ketika UNESCO menetapkan Geopark Meratus sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGGp). Sertifikat pengakuan tersebut diterima Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, didampingi Duta Besar Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar, di Paris, Prancis, pada 3 Juni 2025.

Kepala Desa Batu Hapu Mardiono menyebut status geopark membawa dampak sangat positif bagi desa. "Keberadaan Geopark Meratus memberi banyak manfaat. Gua Batu Hapu semakin dikenal, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional," katanya.

Meskipun demikian, ia mengakui masih ada tantangan dan kendala yang dihadapi aparat desa, utamanya soal permodalan untuk dapat lebih mengembangkan lagi kawasan wisata gua itu.

Mardiono berharap Geopark Meratus dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kawasan wisata. Lokasi ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga tentang warisan geologi dan budaya yang harus kita rawat bersama.

Gua Batu Hapu juga menyimpan legenda lokal. Masyarakat setempat meyakini gua ini terbentuk dari pecahan kapal seorang anak durhaka yang dikutuk ibunya, Nini Kudampi, seorang janda miskin. Sebuah kisah yang hidup berdampingan dengan fakta ilmiah tentang proses geologi jutaan tahun silam.

Di perut Pegunungan Meratus, Gua Batu Hapu berdiri menjadi saksi perjalanan Bumi, menyatukan alam, sejarah, dan budaya. Cahaya putih yang menembus celah-celah batu menjadi simbol harapan, bahwa warisan geologi ini akan terus terjaga untuk generasi mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.