Gerakan Sekolah Menyenangkan Dorong Perubahan Cara Belajar di Kulon Progo
Kamis, 18 Des 2025, 17:15 WIBKULON PROGO - Transformasi pendidikan yang lebih ramah anak mulai mendapatkan ruang di Kabupaten Kulon Progo. Melalui pendekatan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), sekolah didorong menjadi ruang belajar yang aman, setara, dan memanusiakan siswa, bukan sekadar tempat mengejar capaian akademik.
Penguatan GSM di Kulon Progo mengemuka dalam audiensi jajaran pengurus GSM dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo di Ruang Menoreh, Rabu (17/12/2025). Pertemuan tersebut membahas upaya memperluas praktik pembelajaran yang menekankan kesadaran, kreativitas, dan penggalian potensi anak.
Perwakilan GSM Pusat, Mahfud, menegaskan bahwa GSM lahir dari kebutuhan untuk mengubah paradigma pendidikan yang terlalu berorientasi pada materi dan angka. Menurutnya, proses mendidik seharusnya memberi ruang bagi anak untuk tumbuh secara utuh.
âBahwasanya ketika pendidik memberikan pembelajaran, mendidik, bukan hanya sekedar menyampaikan materi tetapi lebih kepada bagaimana membangun kesadaran, kreativitas, dan menggali bakat anak-anak secara sadar,â ujarnya.
Mahfud menyebut Kulon Progo memiliki modal kuat untuk mengembangkan pendidikan berbasis GSM. Salah satunya tercermin dari SDN Kalisongo yang pada November 2025 mendapat kunjungan Gubernur Victoria, Australia, Margaret Gardner, setelah sekolah tersebut menerapkan pendekatan Gerakan Sekolah Menyenangkan.
âPendidikan yang seharusnya dilakukan di Indonesia adalah seperti ini, dimana harusnya itu memanusiakan manusia. Memberikan ruang kepada anak-anak. Ini kesempatan besar bagi Kulon Progo, orang nomor dua di Australia melakukan kunjungan istimewa ke SDN Kalisongo. Artinya ini mendapatkan perhatian yang sangat baik,â jelasnya.
Gerakan Sekolah Menyenangkan berfokus pada pembangunan kesadaran guru dan pembentukan ekosistem sekolah yang positif. Melalui pendekatan ini, guru didorong berperan sebagai pendamping belajar, bukan semata pengajar, sehingga siswa dapat mengenali potensi dan minatnya sejak dini.
Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyatakan dukungan terhadap pengembangan pendidikan yang berpihak pada siswa. Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menilai pendekatan GSM sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan harus berangkat dari upaya memanusiakan manusia.
âDi dalam diri saya itu mengalir, saya ingin apapun itu dasarnya adalah memanusiakan manusianya. Bukan kepada sesuatu kebendaan (nilai berupa angka), bukan kepada sesuatu kurikulum yang mengekang,â katanya.
Sementara itu, Kang Edu dari GSM Pusat mengapresiasi keterbukaan pemerintah daerah terhadap diskursus pendidikan yang lebih substansial. Ia menilai dukungan kebijakan menjadi faktor penting agar GSM tidak berhenti sebagai gerakan komunitas, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya sekolah.
âSalah satu yang membuat saya bangga, Bapak Bupati tidak berbicara tentang program, anggaran, atau proyek semata. Beliau justru berbicara tentang hakikat pendidikan. Ini sangat sejalan dengan pemikiran GSM,â ujarnya.
Melalui penguatan kolaborasi ini, GSM diharapkan semakin meluas di Kulon Progo. Fokusnya adalah membangun sekolah sebagai ruang yang aman dan menyenangkan, serta menumbuhkan peran guru sebagai pendamping yang membantu setiap anak berkembang sesuai potensi dan karakter masing-masing.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Zambia: Negeri Zambezi Diujung Selatan Afrika
-
Pembangunan Akses Penghubung, Semarang Lama Siap Jadi Magnet Wisata Baru yang Ramah Pengunjung
-
Aktivitas Rohani Pelajar: Jalan Salib di Pegunungan Menoreh
-
Hati-hati Bila Anak Lambat Bicara, Bisa Jadi….
-
Mulai Hari Ini, Pelabuhan Ciwandan Siap Layani Penyeberangan Pemudik Motor
-
Bawaslu Kulon Progo Bidik Pemilih Muda Lewat Program Sekolah
-
TNI Selesaikan Jembatan di Mandailing Natal, Akses Masyarakat Kian Mudah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.