Banjir Hantam Padang Pariaman, 38 UMKM Rugi Ratusan Juta
Kamis, 18 Des 2025, 20:45 WIBPADANG â Banjir yang melanda Padang Pariaman berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dengan kerugian yang dilaporkan mencapai ratusan juta rupiah.
Gangguan aktivitas produksi dan distribusi, rusaknya peralatan usaha, serta terhentinya arus penjualan memperlemah ketahanan pelaku usaha kecil.
Kondisi ini menegaskan pentingnya respons cepat berupa bantuan pemulihan, akses pembiayaan, dan mitigasi bencana yang lebih kuat agar UMKM mampu bangkit dan menjaga roda ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat sebanyak 38 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah itu mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 sehingga mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.
"Hingga sekarang sudah ada 38 pelaku UMKM yang kami data dan ada yang melaporkan kepada kami. Tapi mungkin ada yang lainnya," Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Tenaga Kerja dan UKM Padang Pariaman Hendri Satria di Parik Malintang, Kamis (18/12).
Ia mengatakan meskipun kerugian yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada 21 hingga 28 November 2025 tersebut terhadap usaha yang pelaku UMKM jalankan secara perorangan tidak besar namun jika ditotalkan dengan seluruh korban bisa mencapai sekitar 148 juta rupiah.
Ia menyampaikan jika dibandingkan dengan kerugian sektor lainnya maka yang dialami bidang UMKM relatif kecil namun bagi pelaku UMKM hal tersebut merupakan kerugian besar. Hal tersebut karena kerugian yang dialami merupakan modal usaha yang akan digunakan esok harinya, berbeda dengan pelaku usaha yang usahanya sudah berkembang.
"Peralatan untuk berjualan rusak, peralatan memasak rusak, padahal itu modal awal mereka untuk berjualan," katanya.
Hendri mengatakan kerugian tersebut masih pada bidang usaha dan modal belum lagi rumah dan lokasi jualan yang terendam air dan lumpur sisa banjir.
Meskipun pelaku UMKM di Padang Pariaman tersebut mengalami kerugian, lanjutnya namun mereka saat ini ada yang tetap berusaha berjualan dengan berbagai keterbatasan dari sebelumnya.
"Oleh karena itu, data mereka kami usulkan kepada pemerintah provinsi, mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah provinsi," ujarnya.
Sebelumnya, Pemkab Padang Pariaman merilis estimasi kerugian sementara akibat bencana mencapai Rp967,8 miliar. Besarnya kerugian tersebut karena banyaknya infrastruktur yang rusak mulai dari rumah warga mencapai 4.842 unit bahkan yang hanyut terbawa banjir mencapai 66 unit.
Fasilitas umum yang mengalami kerusakan yaitu fasilitas pendidikan mencapai 53 unit, 49 unit rumah ibadah, dua fasilitas kesehatan, serta dua kantor pemerintahan.
Sejumlah 28 ruas jalan rusak, 38 jembatan putus atau rusak, serta 68 jaringan irigasi dan bendungan yang terdampak. Pada sektor pertanian, sebanyak 1.145 hektare sawah terendam banjir, 426,2 hektare kebun dan ladang terdampak, 50 unit tambak dan kolam mengalami kerusakan, serta lebih dari 14.080 ekor ternak dilaporkan mati atau hanyut.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Balon Udara Wonosobo Saat Lebaran Diawasi Ketat, Tak Boleh Dilepas Bebas.
-
Korsleting Listrik Hanguskan Gudang Onderdil Motor di Cengkareng
-
Pembukaan IHSG usai libur Lebaran
-
DPR Godok Regulasi Mengenai Larangan Konsumsi Daging Anjing dan Kucing
-
Di Tengah Perang, Pupuk Indonesia Jamin Pasokan Pupuk Dalam Negeri
-
Pengunjung IKN Capai 62.500 Orang pada H+2 Idul Fitri
-
BGN Setop Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur Tanpa IPAL dan SLHS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.