Jepang Cabut Peringatan Gempa Megakuat

Rabu, 17 Des 2025, 02:25 WIB

TOKYO - Jepang pada Selasa (16/12) mencabut peringatan terkait potensi gempa bumi dahsyat sepekan setelah gempa berkekuatan 7,5 skala Richter (SR) melanda lepas pantai utara negara itu, kata badan cuaca negara tersebut.

Gempa bumi pada 8 Desember memicu gelombang tsunami hingga 70 sentimeter dan melukai lebih dari 40 orang, tetapi tidak dilaporkan adanya kerusakan besar, menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana (FDMA).

Ket. Foto: Seorang pegawai kedai minuman di Kota Hachinohe, Prefektur Aomori, menggunakan selotip untuk mencegah botol dan gelas jatuh dari rak penyimpanan, sehari setelah gempa dahsyat mengguncang Jepang pada Senin (8/12) pekan lalu. Pada Selasa (16/12), badan cuaca Jepang mencabut peringatan terkait potensi gempa bumi dahsyat susulan. — Sumber: AFP/JIJI Press

Menyusul gempa susulan tersebut, pejabat JMA mengeluarkan peringatan langka menyangkut adanya peningkatan risiko gempa megakuat yang didefinisikan sebagai gempa berkekuatan 8,0 SR atau lebih besar di bagian utara negara itu.

Para ilmuwan mengatakan bahwa setelah gempa bumi berkekuatan 7,0 SR atau lebih besar, ada kemungkinan satu persen terjadinya gempa besar dalam waktu tujuh hari, dan imbauan tersebut mendesak masyarakat untuk menyiapkan tas darurat jika mereka perlu mengungsi dengan cepat.

"Masa peringatan khusus bagi warga telah berakhir pada tengah malam," ucap pejabat JMA Issei Suganuma kepada AFP pada Selasa. "Namun bukan berarti gempa bumi tidak akan terjadi lagi, jadi kami ingin warga tetap waspada," imbuh dia.

JMA menyatakan bahwa masih ada risiko tinggi terjadinya gempa bumi dahsyat di lepas pantai utara, tetapi risiko tersebut akan menurun seiring berjalannya waktu. SB/AFP/I-1

  • japanese yen
  • sanae takaichi

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.