BRI Tebar Dividen Interim, Pemegang Saham Kantongi Rp137 per Saham

Rabu, 17 Des 2025, 19:35 WIB

JAKARTA – Pembagian dividen interim mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap kinerja keuangan dan arus kas perusahaan di tengah tahun buku berjalan.

Kebijakan ini biasanya diambil ketika perusahaan memiliki likuiditas yang kuat dan prospek laba yang relatif stabil, sehingga mampu membagikan keuntungan kepada pemegang saham tanpa mengganggu kebutuhan operasional maupun rencana investasi.

Ket. Foto: Ilustrasi - Gedung BRI. — Sumber: ANTARAHO-BRI

Namun, dividen interim juga perlu dicermati secara hati-hati oleh investor. Pembagian yang terlalu agresif berpotensi membatasi ruang perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi atau peluang ekspansi ke depan.

Karena itu, dividen interim idealnya dipandang sebagai sinyal keseimbangan antara komitmen imbal hasil bagi pemegang saham dan kehati-hatian dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp137 per saham, sebagai bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada negara dan pemegang saham.

Pembagian dividen interim berdasarkan laporan keuangan BRI yang berakhir pada 30 September 2025. Adapun informasi ini telah disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (17/12).

Corporate Secretary BRI Dhanny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/12), menyampaikan bahwa dividen interim akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada tanggal pencatatan (recording date) yang telah ditetapkan.

Pembagian dividen interim ini telah memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Perseroan Terbatas, Peraturan OJK terkait keterbukaan informasi, serta Anggaran Dasar Perseroan yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Melalui pembagian dividen interim ini, ujar Dhanny, BRI menegaskan kinerja keuangan yang solid serta fundamental bisnis yang kuat.

Hal ini sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan perseroan dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya melalui penguatan pembiayaan UMKM dan transformasi berkelanjutan BRI ke depan.

“Selain itu sebagai bank milik negara, pembagian dividen interim ini juga menjadi wujud kontribusi nyata BRI dalam mendukung penerimaan negara dan pembangunan nasional," kata Dhanny.

Untuk diketahui, hingga akhir September 2025, BRI mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp41,2 triliun, ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan UMKM serta pengelolaan risiko yang terjaga.

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen interim BRI:

- Pengumuman jadwal dan tata cara pembagian dividen interim: 17 Desember 2025

- Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen interim (cum dividen):

Pasar Reguler dan Negosiasi: 29 Desember 2025

Pasar Tunai: 2 Januari 2026

- Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen interim (ex dividen):

Pasar Reguler dan Negosiasi: 30 Desember 2025

Pasar Tunai: 5 Januari 2026

- Daftar pemegang saham yang berhak dividen interim: 2 Januari 2026

- Pembayaran dividen interim: 15 Januari 2026

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.