Para Petani Kopi Mulai Rasakan Kesejahteraan
Senin, 15 Des 2025, 02:13 WIBGARUT â Seiring dengan tren gaya anak muda di mana-mana berdiri kafe-kafe. Hal ini menjadi pasar petani kopi, yang membuat mereka mulai menikmati kesejahteraan. Contohnya, pendapatan rata-rata petani kopi Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, naik dari 1,3 juta per bulan menjadi 3,7 juta men jadi 4,5 juta per bulan.
âPenguatan ekosistem kopi Garut merupakan bagian dari komitmen Astra untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas dan kualitas produksi,â ujar Presiden Direktur Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro di Jakarta, Minggu. Peningkatan tersebut diperkuat dengan terbentuknya koperasi mandiri yang berfungsi sebagai kelembagaan ekonomi desa untuk mendukung keberlanjutan usaha kopi.
Produk kopi arabika Cikajang juga menunjukkan perkembangan di pasar internasional. Kopi Garut saat ini telah diekspor ke Eropa, Dubai, Mesir, Singapura, dan pengiriman terbaru ke Thailand, memperluas jangkauan pemasaran dan memperkuat posisi kopi lokal dalam rantai nilai global.
Sejak 2017, perusahaan otomotif itu memberikan pendampingan melalui peningkatan kapasitas petani, penyediaan fasilitas pascapanen termasuk solar dryer, serta pengolahan produk dari buah kopi menjadi green beans dan roasted beans. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi, produktivitas, serta akses pasar bagi petani. âUpaya ini diharapkan memberi nilai tambah yang langsung dirasakan oleh masyarakat,â ujar Djony.
Dia berkomitmen untuk terus menghadirkan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat desa di berbagai wilayah Indonesia. Semangat Djony dalam mendukung pemberdayaan ekonomi desa dan penguatan ekosistem pertanian berkelanjutan ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Perjalanan kopi Garut ke pasar global merupakan hasil dari upaya kolektif dalam meningkatkan standar kualitas dan memenuhi permintaan pasar internasional. Dengan jangkauan pemasaran yang semakin luas, posisi kopi lokal dalam rantai nilai global semakin kokoh, memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Waktu Minum Kopi
Sementara itu, berdasarkan penelitian, minum kopi di waktu yang benar ternyata dapat membuat umur hidup manusia menjadi lebih panjang. Menurut penelitian yang dimuat European Heart Journal, minum kopi pagi hari disebut mampu menurunkan risiko kematian akibat penyakit serangan jantung.
Sebenarnya, penelitian tersebut tidak menunjukkan alasan terkait minum kopi di pagi hari bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Namun, salah satu penjelasannya adalah mengonsumsi kopi di sore hari dapat mengganggu jam tubuh internal seseorang. Menurut peneliti kopi, Dr Lu Qi, ini adalah studi pertama yang menguji pola waktu minum kopi dan hasil kesehatan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Memahami Sejarah Garut Menjadi Kunci dalam Memajukan Daerah
-
Terseret Skandal Epstein, Presiden WEF Borge Brende Diselidiki
-
Pengunjung Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Dikunjungi 408.755 Wisatawan pada Momen Libur Nataru
-
Persib Makin Kokoh di Puncak Klasemen Setelah Kalahkan Persita 1-0
-
Garut Perlu Dua Pelabuhan untuk Maksimalkan Sektor Perikanan
-
Pacitan Gelar Festival Rawat Jagat sebagai Ruang Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Pemprov Banten Rancang Kebijakan, ASN Penunggak Pajak Kendaraan Terancam Sanksi Potong Tukin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.