PMI DIY Berangkatkan Tim Medis untuk Perkuat Respons Bencana di Aceh Tamiang

Jumat, 12 Des 2025, 16:45 WIB

YOGYAKARTA - Upaya kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang kembali mendapat dukungan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. PMI DIY resmi memberangkatkan 11 relawan kesehatan menuju wilayah tersebut untuk membantu penanganan darurat.

Pelepasan tim dilakukan di Kantor PMI DIY, Yogyakarta, pada Jumat. Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo, menjelaskan bahwa relawan yang ditugaskan merupakan bagian dari tim pelayanan kesehatan dasar darurat (PKDD), beranggotakan dokter, perawat, bidan, tenaga dukungan psikososial, serta koordinator lapangan. “Tim ini akan memberikan pelayanan medis, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan dengan layanan kesehatan keliling di daerah yang belum tersentuh bantuan,” ujarnya.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Antara

Menurut dia, para relawan akan menjalankan tugas selama 21 hari, mulai 13 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Mereka membawa peralatan medis, obat-obatan, serta perlengkapan edukasi kesehatan untuk menjangkau masyarakat yang berada di lokasi dengan akses layanan terbatas. Prabukusumo menegaskan pentingnya perhatian bagi kelompok rentan. “Kami ingin memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, wanita, dan lansia mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan psikososial,” katanya.

Perjalanan tim dilakukan melalui dua jalur. Lima relawan dari PMI DIY terbang dari Yogyakarta ke Medan sebelum melanjutkan rute darat menuju Aceh Tamiang. Sementara itu, enam relawan dari PMI Kabupaten Bantul berangkat lebih dulu dengan ambulans.

Setibanya di Aceh Tamiang, tim DIY akan bergabung dengan relawan dari PMI Kota Surakarta serta Rumah Sakit PMI Bogor untuk memperkuat layanan kesehatan. Pos kesehatan akan dibuka di Markas PMI Kabupaten Aceh Tamiang, ditambah dengan pelayanan keliling ke berbagai titik terdampak.

PMI DIY juga menggalang dukungan publik untuk operasi kemanusiaan ini. Hingga Jumat (12/12), donasi yang terkumpul tercatat mencapai Rp80.395.166.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY, Arif Riyanto Budo Nugroho, menegaskan bahwa seluruh relawan yang berangkat telah melalui proses seleksi dan memiliki sertifikasi yang diperlukan. “Kami tidak sembarangan mengirim relawan, tapi yang memang sudah betul-betul mempunyai kompetensi dan sertifikat,” ujarnya.

Arif menjelaskan bahwa pengiriman tim merupakan tindak lanjut permintaan PMI Pusat melalui surat nomor 655/Kes/XII/2025. Komposisi relawan pun disusun berdasarkan kebutuhan layanan kesehatan yang dibutuhkan di lapangan. “Yang kami terjunkan memang sesuai dengan kemampuan dan permintaan dari TNI Pusat. Jadi, memang karena kita layanan kesehatan, yang kita utamakan ya memang tenaga medis yang di sana,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa tim juga diperkuat personel psikososial, relawan pendukung lapangan, serta operator ambulans. “Mereka memang sudah sesuai dengan bidang kompetensinya masing-masing,” katanya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.