Lanjutan Negosiasi Tarif AS - Indonesia Berlangsung Alot

Jumat, 12 Des 2025, 01:15 WIB

JAKARTA - Perwakilan Dagang Amerika Serikat (United States Trade Representative, USTR) Jamieson Greer menyatakan bahwa pihaknya segera berbicara dengan pejabat Indonesia untuk membahas kemajuan kesepakatan dagang bilateral.

 “Saya akan menggelar pembicaraan dengan mitra di Indonesia besok pagi, untuk membicarakan perkembangan. Anda tahu, saya ingin melihat kesepakatan ini selesai,” kata Greer di sebuah diskusi daring bersama wadah pemikir Dewan Atlantik, Rabu (10/12).

Ket. Foto: Perwakilan Dagang Amerika Serikat (United States Trade Representative, USTR) Jamieson Greer menyatakan bahwa pihaknya segera berbicara dengan pejabat Indonesia untuk membahas kemajuan kesepakatan dagang bilateral. — Sumber: istimewa

 “Saya pikir hal tersebut sesuai dengan kepentingan mereka, begitu pula dengan kami,” sebut Greer dalam diskusi yang membahas setahun kebijakan perdagangan global AS di bawah Presiden Donald Trump itu. Ia meyakini bahwa Indonesia dapat menyusul Malaysia dan Kamboja, dua negara yang sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dagang dengan AS di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, Oktober lalu. Menanggapi pernyataan pejabat USTR, Jamieson Greer, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira mengatakan, negosiasi dagang antara Indonesia dan AS terbilang cukup memakan waktu yang panjang.

Dibanding Malaysia, mereka jauh lebih cepat sehingga banyak manfaat bagi pelaku usaha Malaysia dibanding Indonesia terutama di sektor sawit. Persoalan kata Bhima terletak pada tim negosiasi yang serba tanggung. Menko perekonomian dinilai lemah memimpin negosiasi.

 “Kalau Pemerintah tidak niat, ya tinggalkan AS dan beralih ke Uni Eropa yang sudah punya kesepakatan IEU Cepa atau Kanada yang juga punya kerja sama serupa dengan Indonesia,” kata Bhima.

 Posisi Indonesia yang maju mundur jelasnya membuat energi untuk negosiasi terkuras. Padahal banyak peluang penting untuk diversifikasi negara tujuan ekspor. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan negosiasi tarif dagangan antara AS dan Indonesia masih terus berlanjut. Hal itu ia tegaskan menyusul isu akan gagalnya negosiasi dagang lanjutan RI dan AS.

Isu ini mencuat setelah munculnya laporan Financial Times bertajuk “USIndonesia trade deal at risk of collapse”. Laporan itu menyebut kesepakatan perdagangan Indonesia dan AS terancam gagal karena para pejabat AS semakin frustrasi dengan apa yang mereka lihat sebagai pengingkaran Jakarta terhadap ketentuan perjanjian yang dicapai pada bulan Juli.

Peluang Penting

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sapto Daryono, menilai rencana pembicaraan lanjutan antara Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) dan pemerintah Indonesia menjadi peluang penting bagi penguatan industri nasional yang berorientasi ekspor.

Ia mengatakan kesepakatan dagang bilateral yang tengah dibahas dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi beragam sektor, termasuk furnitur, kerajinan, dan komoditas manufaktur bernilai tambah. Menurut Sapto, pelaku industri di daerah memerlukan kepastian dan stabilitas perdagangan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspansi pasar. “Amerika Serikat adalah salah satu pasar terbesar bagi produk ekspor Indonesia.

Setiap langkah menuju kesepakatan yang lebih jelas akan membantu industri, baik skala besar maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk merencanakan investasi dan produksi dengan lebih percaya diri,” kata Sapto. Jika Indonesia jelas Sapto berhasil menjalin kesepakatan seperti Malaysia dan Kamboja, posisi produk ekspor Indonesia akan semakin kompetitif.

Dengan rantai pasok yang kuat dan kemampuan produksi yang terus berkembang, Indonesia dinilai mampu memanfaatkan kerja sama dagang tersebut untuk meningkatkan pangsa pasar di Amerika Serikat. Kendati demikian, ia menekankan bahwa pemerintah harus memastikan seluruh klausul dalam kesepakatan tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan, legalitas bahan baku, serta perlindungan terhadap pelaku industri kecil. “Kesepakatan dagang tidak boleh hanya menguntungkan di tingkat makro.

 UMKM harus ikut merasakan manfaatnya karena merekalah tulang punggung industri ekspor, termasuk di DIY,” kata Sapto. ASMINDO DIY berharap pemerintah dapat memprioritaskan isu penurunan hambatan tarif, penyederhanaan prosedur ekspor, serta pengakuan internasional terhadap standar mutu RI dalam pertemuan dengan USTR.

 Sapto menegaskan bahwa industri siap bersaing sepanjang pemerintah memberikan kepastian regulasi dan membuka akses pasar yang lebih adil. “Kami berharap pembicaraan ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat pertumbuhan ekspor Indonesia,” ujarnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.