Kaltim Siaga! BPBD Kerahkan Armada Darurat Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
Kamis, 11 Des 2025, 16:28 WIBSAMARINDA -Â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur menyiagakan seluruh peralatan dan personel untuk menghadapi cuaca ekstrem yang memicu banjir di beberapa wilayah.Â
Dengan dukungan alat berat, perahu, serta koordinasi lintas sektor, upaya mitigasi terus diperkuat di tengah medan geografis yang kerap menyulitkan distribusi bantuan.
"Peralatan kebencanaan seperti ekskavator, speed boat, perahu karet, dan peralatan pendukung lainnya sudah tersedia di semua daerah berkat bantuan pemerintah provinsi," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Yasir di Samarinda, Kamis.
Pemerintah provinsi memfokuskan peran pada fungsi koordinasi, pendampingan, dan pengawasan, sementara mandat reaksi cepat penanganan di lapangan berada di tangan pemerintah kabupaten/kota.
Terkait potensi kendala operasional, BPBD memastikan koordinasi dengan Pertamina dan PLN telah berjalan baik untuk menjamin pasokan energi serta logistik saat kondisi darurat.
Yasir mengakui tantangan terbesar dalam distribusi bantuan dan mobilisasi alat adalah kondisi geografis Kalimantan Timur yang ekstrem sehingga kerap menyulitkan akses transportasi menuju lokasi terdampak.
Evaluasi kinerja penanganan bencana sebelumnya menunjukkan urgensi peningkatan koordinasi lintas sektor demi mengatasi hambatan medan yang sulit tersebut.
BPBD Kaltim secara aktif telah menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat yang bermukim di wilayah dengan geomorfologi ekstrem agar selalu waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor.
Sebanyak 80 personel inti saat ini disiagakan penuh di tingkat provinsi untuk memberikan dukungan taktis kepada satuan tugas di daerah sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kewaspadaan menyeluruh diterapkan di seluruh wilayah Kaltim, mengingat banjir saat ini dilaporkan sedang melanda kawasan Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
Kepala BPBD di wilayah terdampak tersebut telah mendirikan posko darurat guna mempercepat penanganan warga yang menjadi korban luapan air.
Kondisi hidrologi tahun ini dinilai lebih ekstrem dengan intensitas curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu dan diprediksi terus berlanjut hingga akhir Desember.
"Kami terus memantau perkembangan cuaca dan mempersiapkan langkah kewaspadaan, serta meminta masyarakat memitigasi mandiri demi keselamatan bersama," demikian Yasir.
- kaltim
- waspada banjir
- cuaca ekstrem
- bpbd
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Sika Resmikan Pro Center Kelima di Kelapa Gading, Perkuat Ekosistem Konstruksi Terintegrasi
-
Jembatan Sitanggal Brebes Retak: Menteri PU Instruksikan Percepat Mitigasi Risiko, Jangan Tunggu Rusak
-
Cuaca Ekstrem Landa Cianjur, Empat Kecamatan Terendam Banjir dan Pohon Tumbang
-
Menteri PU: Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Lebih Lancar dari 2025
-
Jakarta dan Bandung Siaga? Cek Daftar Kota yang Bakal Diterjang Hujan Hari Ini
-
Polres Pamekasan Kerahkan 220 Personel Amankan Perayaan Paskah di 7 Gereja
-
Dua Bencana Mengintai Indonesia Sekaligus, BNPB Rilis Warning Keras Kesiapsiagaan di Wilayah Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.