Muhammadiyah Resmikan Betrik 1912 untuk Dorong Transportasi Ramah Lingkungan

Rabu, 10 Des 2025, 16:35 WIB

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama MPM (Majelis Pemberdayaan masyarakat)  Muhammadiyah meresmikan charging station serta dua unit tambahan Becak Tenaga Listrik (Betrik 1912) dalam sebuah acara di Grha Suara Muhammadiyah Tower, Rabu (10/12). Peresmian dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, bersama Ketua MPM Muhammadiyah, Muhammad Nurul Yasmin.

Program becak listrik ini merupakan hasil kolaborasi MPM Muhammadiyah dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dengan penambahan dua unit baru, jumlah Betrik yang saat ini beroperasi di bawah Paguyuban Becak Ahmad Dahlan (Pabelan) meningkat menjadi tujuh unit. Acara tersebut juga dibarengi dengan kegiatan lelang donasi untuk mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan di Kota Yogyakarta.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. muhammadiyah.or,id

Dalam sambutannya, Yunianto mengapresiasi kehadiran inovasi becak listrik berikut fasilitas pengisian dayanya. Menurutnya, keberadaan Betrik membantu para pengemudi becak memperoleh akses listrik secara mudah dan terjangkau. “Ini merupakan upaya memudahkan para pengemudi becak dalam memperoleh daya listrik. Sehingga mampu memproduksi moda transportasi yang bermanfaat, ramah lingkungan, dan praktis,” ujarnya.

Ia menilai desain Betrik yang ramping membuatnya sesuai dengan kondisi lalu lintas perkotaan Yogyakarta yang cenderung padat. Yunianto berharap tambahan dua unit baru ini dapat meningkatkan produktivitas pengemudi serta mendorong peningkatan pendapatan mereka. “Dengan energi listrik, penggunaan energi fosil berkurang, tidak menimbulkan polusi, dan dapat menjadi ikon wisata di Kota Yogyakarta,” tambahnya.

Inovasi Betrik dan kehadiran charging station juga disebut menjadi langkah strategis dalam mendukung transportasi publik yang nyaman dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi kemacetan di wilayah kota. Uji coba Betrik menunjukkan performa yang stabil, dengan jarak tempuh hingga 50 km untuk satu kali pengisian daya. Pengisian di stasiun baru bahkan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mencapai 85 persen kapasitas baterai.

Ketua MPM Muhammadiyah Yogyakarta, Muhammad Nurul Yasmin, menjelaskan bahwa program pemberdayaan pengemudi becak ini merupakan bagian dari misi organisasi dalam memperkuat ekonomi masyarakat, melestarikan budaya lokal, dan mendorong pengembangan teknologi hijau. Becak, menurutnya, dipilih karena berada di titik temu antara aspek ekonomi, teknologi, sosial, dan budaya. “Dari becak saja, ada banyak hal saling berkaitan teknologi, ekonomi, sosial, budaya. Kita ingin mengembangkan semuanya secara terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Betrik telah memiliki tarif resmi untuk memberikan kepastian bagi penumpang. Rute layanannya meliputi berbagai destinasi wisata seperti Keraton, Taman Sari, Alun-Alun, hingga Gudeg Wijilan, dengan home base di Hotel SM Tower. Beberapa unit juga dilengkapi fitur hiburan berupa musik tradisional. “Inovasi becak listrik dan charging station ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai titik di Kota Yogyakarta, khususnya kawasan wisata seperti Malioboro. Kami kesiapan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas penggunaan transportasi ramah lingkungan,” imbuhnya.

Ketua Paguyuban Becak Ahmad Dahlan (Pabelan), Edi Rahayu, menyampaikan apresiasi kepada MPM Muhammadiyah, UAD, dan Pemkot Yogyakarta atas pendampingan dalam pengembangan becak listrik. “Kami sangat terbantu, kami dipermudah dalam pelatihan dan pendampingan untuk menggunakan becak listrik ini. Selain itu, juga berdampak dalam ekonomi karena yang tadinya sering nganggur sekarang sering narik becak,” katanya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.