Kremlin Sambut Strategi Keamanan Nasional Trump, Sebut Sejalan dengan Kepentingan Rusia

Senin, 08 Des 2025, 03:20 WIB

JAKARTA - Kremlin menyambut positif strategi keamanan nasional terbaru pemerintahan Donald Trump, menganggap dokumen tersebut sebagai perubahan kebijakan yang lebih mendekati cara pandang Rusia. Pujian itu disampaikan hanya beberapa hari setelah Gedung Putih merilis dokumen yang mengkritik Uni Eropa dan menyebut benua tersebut berada dalam ancaman “penghapusan peradaban”.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Minggu mengatakan bahwa penyesuaian yang dilakukan Washington “selaras dengan visi Rusia”. Ia juga menyatakan bahwa Moskow melihat sinyal menjanjikan dari pemerintahan Trump yang menekankan dialog dan keinginan memperbaiki hubungan bilateral. Meski begitu, Peskov memperingatkan bahwa kelompok yang ia sebut sebagai “deep state” Amerika mungkin berupaya menggagalkan arah kebijakan tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Sole 24

Diplomasi Perang Ukraina Masuk Fase Penting

Pernyataan Kremlin muncul ketika upaya Gedung Putih untuk mendorong kesepakatan damai Ukraina memasuki tahap krusial. Pejabat AS mengklaim bahwa negosiasi berada pada fase akhir, meski belum ada tanda bahwa Kyiv atau Moskow bersedia menandatangani kerangka kesepakatan yang dirancang tim negosiator Trump.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz di London pada Senin. Kyiv sebelumnya telah meminta dukungan negara-negara Eropa ketika Washington dianggap memaksa Ukraina melepas sebagian wilayahnya dalam rangka mencapai kompromi.

Bagi Kyiv, isu mendasar dalam setiap kesepakatan adalah jaminan keamanan — termasuk bentuk pertahanan apa yang dijanjikan AS dan Eropa jika Ukraina setuju melepaskan kontrol atas wilayah tertentu.

Komunikasi Intensif antara Kyiv dan Washington

Zelenskyy mengatakan ia melakukan “pembicaraan substantif” dengan pejabat AS pada Sabtu malam, seusai delegasi Ukraina menyelesaikan tiga hari perundingan di Florida. Pertemuan itu berlangsung tak lama setelah utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengadakan pembicaraan di Moskow. Sumber Axios menyebut panggilan telepon tersebut berlangsung selama dua jam dan berjalan “sulit”.

“Ukraina bertekad terus bekerja secara konstruktif dengan pihak Amerika untuk mencapai perdamaian sejati,” tulis Zelenskyy di media sosial. Ia menambahkan bahwa kedua pihak membahas “poin-poin kunci yang dapat mengakhiri pertumpahan darah dan mencegah invasi baru dalam skala penuh”.

Namun, belum jelas apakah AS maupun Eropa siap memberikan jaminan keamanan yang cukup kuat untuk mencegah agresi Rusia di masa depan. Pada saat yang sama, kecil kemungkinan Presiden Vladimir Putin menerima kesepakatan yang mengizinkan kehadiran pasukan Barat di Ukraina.

Optimisme AS Dipertanyakan

Sejak Trump memasuki masa jabatan keduanya, Gedung Putih beberapa kali menyatakan bahwa kesepakatan damai sudah dekat. Namun hingga kini klaim tersebut belum terwujud.

Utusan Ukraina yang akan segera lengser, Keith Kellogg, mengatakan di sebuah forum pertahanan pada Sabtu bahwa upaya penyelesaian perang sudah berada di “10 meter terakhir”. Ia menyebut dua isu utama yang masih mengganjal: penentuan wilayah dan masa depan fasilitas nuklir Zaporizhzhia. Meski dikenal lebih dekat dengan perspektif Kyiv, Kellogg dijadwalkan meninggalkan posisinya pada Januari.

Sementara itu, sejumlah figur penting dalam lingkaran Trump, termasuk Witkoff, cenderung lebih terbuka mendukung posisi Rusia. Bahkan Donald Trump Jr. menuduh Zelenskyy memperpanjang perang demi mempertahankan kekuasaan, dan menegaskan Amerika Serikat tak lagi menjadi “pemberi cek tanpa batas”.

Ukraina Bersiap Hadapi Musim Dingin yang Berat

Para analis di Kyiv menilai bahwa Ukraina belum berada pada titik di mana mereka dipaksa menerima kesepakatan apa pun demi menghentikan perang. Namun mereka memperingatkan bahwa musim dingin ini akan menjadi tantangan berat, terlebih setelah Rusia kembali menargetkan infrastruktur energi dalam dua malam serangan beruntun.

Serangan drone di wilayah Chernihiv pada Sabtu malam menewaskan satu orang. Di Kremenchuk, gabungan serangan drone dan rudal membuat sebagian besar kota kehilangan listrik dan air. Serangan itu terjadi hanya satu hari setelah Rusia melepaskan lebih dari 600 drone dan 50 rudal ke instalasi energi di berbagai wilayah.

Di tengah tekanan musim dingin dan serangan yang terus meningkat, Zelenskyy juga menghadapi isu internal setelah skandal korupsi melibatkan sejumlah pejabat dekatnya dan membuat kepala staf Andriy Yermak mengundurkan diri.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.