Kondisi Memprihatinkan: Warga Huta Nabolon Habiskan Malam Tanpa Pakaian Bersih
📅 Senin, 08 Des 2025, 11:38 WIB | Oleh: Tim PenulisDia mengaku sangat kebingungan saat ini harus melakukan apa. Setelah rumah sederhana miliknya sudah rata dengan tanah dihantam banjir, hasil kebunnya juga tidak bisa dipanen karena jalan untuk menuju ke kebunnya hancur sama sekali tidak bisa dilintasi, bahkan dengan cara jalan kaki.
Menurut dia, buah dari ratusan pohon kakao dan durian yang ditanamnya di lahan seluas empat hektare itu sudah dalam kondisi matang tapi terpaksa dibiarkan membusuk.
"Selain itu kalau saya usahakan mengangkutnya melintasi bukit, sekitar tiga jam perjalanan juga percuma, harganya hancur rugi tidak sebanding dengan perjuangan mengangkutnya," ungkapnya.
Hal serupa juga dialami oleh Keisia. Pria 52 tahun itu ladang sawahnya di Lingkungan I Huta Nabolon, rusak parah karena tertimbun material yang dibawa oleh banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mau apa lagi, rumah hancur sawah rusak kami ini. Ya sekarang simpanan beras yang ada itu digunakan untuk dikonsumsi sendiri bersama para pengungsi lain," cetusnya.
Kelurahan Huta Nabolon merupakan salah satu kawasan yang paling terdampak bencana banjir disertai tanah longsor di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah baik jumlah korban jiwa maupun kerusakan permukiman dan infrastruktur sejak 25 November.
Kawasan itu pula yang menjadi lokasi dimana banjir membawa serta balok-balok kayu besar dua pekan lalu, dan terekam videonya hingga viral diberbagai kanal media sosial.
Kerusakan terparah berada di Huta Nabolon terletak di Lingkungan IV, Lingkungan V hingga tiga desa sekitarnya yang mengarah ke bukit Sigiring-giring.
Material yang dibawa banjir itu telah menghancurkan rumah bagi sedikitnya 150-200 kepala keluarga di kawasan Lingkungan IV dan jalan utama yang menghubungkan Huta Nabolon - Tukka terputus sehingga menjadi daerah yang sulit dijangkau bala bantuan hingga hari ke-13 masa tanggap darurat bencana ini.
Bahkan menurut pengakuan warga masih banyak orang tertimbun dan sampai saat ini belum dijangkau oleh tim SAR gabungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!