Kondisi Memprihatinkan: Warga Huta Nabolon Habiskan Malam Tanpa Pakaian Bersih

Senin, 08 Des 2025, 11:38 WIB

Sedikitnya ada puluhan orang warga Lingkungan IV, Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang bertahan di tengah gelap dan dinginnya malam tanpa pakaian bersih.

"Pakaian yang sedang kami jemur, kami bagikan semua ke tetangga pak, tidak ada pakaian mereka," kata Margembira Gultom (41), warga Lingkungan IV, Kelurahan Huta Nabolon saat ditemui di rumahnya.

Ket. Foto: Warga korban bencana banjir dan tanah longsor membawa bantuan di Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka,Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (7/12/2025). — Sumber: Antara Foto

Tidak hanya membagikan pakaian bersih, Margembira juga menjadikan rumahnya sebagai tempat pengungsian darurat, di mana semua fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh para warga sekitar yang terdampak.

Rumah yang dihuni Margembira bersama ayah, ibu, istri dan seorang anaknya itu selamat dari amukan banjir bandang yang meluluhlantakkan mayoritas rumah - fasilitas infrastruktur di kawasan Lingkungan IV.

Hal tersebut dikarenakan rumah sederhana yang beratapkan seng itu berada di sebuah bukit, yang jauh lebih tinggi dari banyak rumah lainnya dan dari alur aliran banjir di Lingkungan IV.

"30 KK ada yang tinggal bersama kami di sini. Pak tahu tidak, kami delapan liter beras dimasak untuk sekali makan, karena tidak ada lagi lauk saat itu saya potong babi dan lembu ternak kami untuk dibagi-bagikan," ungkapnya.

Namun beruntung, ia mengakui bahwa saat ini kondisi mereka saat ini jauh lebih baik karena bantuan logistik kebutuhan pokok sudah mulai tiba, baik dari pemerintah maupun keluarga.

"Juga sudah ada bantuan genset untuk penerangan. Hanya saja itu pak pakaian bersih dan layak pakai yang dibutuh sekali pakaian kami ini apalagi cuaca masih hujan terus ini air bisa kembali naik," cetusnya.

Kelurahan Huta Nabolon merupakan salah satu kawasan yang paling terdampak bencana banjir disertai tanah longsor di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, baik jumlah korban jiwa maupun kerusakan permukiman dan infrastruktur sejak 25 November.

Kawasan itu pula yang menjadi lokasi di mana banjir membawa serta balok-balok kayu besar saat peristiwa banjir dua pekan lalu, yang videonya viral di berbagai kanal media sosial.

Material yang dibawa banjir itu telah menghancurkan rumah bagi sedikitnya 150-200 kepala keluarga di kawasan Lingkungan IV.

Jalan utama yang menghubungkan Huta Nabolon - Tukka terputus sehingga menjadi daerah yang sulit dijangkau bala bantuan hingga hari ke-13 masa tanggap darurat bencana ini.

Kebun dan sawah siap panen rusak karena banjir di Huta Nabolon

Buah kakao dan sawah tanaman padi yang sudah siap panen di Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara rusak dihantam banjir disertai tanah longsor.

"Sekarang itu pak puncaknya musim panen semua kebun buah-buahan maupun sawah padi tapi apa mau dibilang rusak semua karena bencana ini," kata Asidin Sitompul (62), salah satu petani asal Lingkungan IV, Huta Nabolon saat ditemui di pengungsian, Minggu.

Dia mengaku sangat kebingungan saat ini harus melakukan apa. Setelah rumah sederhana miliknya sudah rata dengan tanah dihantam banjir, hasil kebunnya juga tidak bisa dipanen karena jalan untuk menuju ke kebunnya hancur sama sekali tidak bisa dilintasi, bahkan dengan cara jalan kaki.

Menurut dia, buah dari ratusan pohon kakao dan durian yang ditanamnya di lahan seluas empat hektare itu sudah dalam kondisi matang tapi terpaksa dibiarkan membusuk.

"Selain itu kalau saya usahakan mengangkutnya melintasi bukit, sekitar tiga jam perjalanan juga percuma, harganya hancur rugi tidak sebanding dengan perjuangan mengangkutnya," ungkapnya.

Hal serupa juga dialami oleh Keisia. Pria 52 tahun itu ladang sawahnya di Lingkungan I Huta Nabolon, rusak parah karena tertimbun material yang dibawa oleh banjir.

"Mau apa lagi, rumah hancur sawah rusak kami ini. Ya sekarang simpanan beras yang ada itu digunakan untuk dikonsumsi sendiri bersama para pengungsi lain," cetusnya.

Kelurahan Huta Nabolon merupakan salah satu kawasan yang paling terdampak bencana banjir disertai tanah longsor di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah baik jumlah korban jiwa maupun kerusakan permukiman dan infrastruktur sejak 25 November.

Kawasan itu pula yang menjadi lokasi dimana banjir membawa serta balok-balok kayu besar dua pekan lalu, dan terekam videonya hingga viral diberbagai kanal media sosial.

Kerusakan terparah berada di Huta Nabolon terletak di Lingkungan IV, Lingkungan V hingga tiga desa sekitarnya yang mengarah ke bukit Sigiring-giring.

Material yang dibawa banjir itu telah menghancurkan rumah bagi sedikitnya 150-200 kepala keluarga di kawasan Lingkungan IV dan jalan utama yang menghubungkan Huta Nabolon - Tukka terputus sehingga menjadi daerah yang sulit dijangkau bala bantuan hingga hari ke-13 masa tanggap darurat bencana ini.

Bahkan menurut pengakuan warga masih banyak orang tertimbun dan sampai saat ini belum dijangkau oleh tim SAR gabungan.

  • Huta Nabolon

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.