Ekonom Ingatkan: Sumatera Harus Banjiri Pasar Pangan Jika Ingin Redam Lonjakan Harga
Sabtu, 06 Des 2025, 19:58 WIBJAKARTA â Pengendalian gejolak harga di Sumatera menjadi semakin mendesak ketika sejumlah wilayah tengah terdampak bencana yang mengganggu rantai pasok dan distribusi barang kebutuhan pokok.
Gangguan akses jalan, terganggunya aktivitas produksi lokal, serta meningkatnya biaya logistik berpotensi memicu lonjakan harga yang dapat memperburuk beban masyarakat.
Stabilitas harga dalam kondisi ini bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga aspek pemulihan sosial, karena volatilitas harga dapat memperlemah daya beli dan menghambat proses rehabilitasi pascabencana.
Pemerintah daerah dan pusat perlu memperkuat koordinasi, mulai dari memastikan kelancaran distribusi, menjaga ketersediaan stok, hingga membuka akses intervensi melalui operasi pasar atau pengendalian distribusi BBM.
Dengan mengendalikan gejolak harga sejak dini, risiko tekanan inflasi regional dapat ditekan, sementara masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh akses barang dengan harga wajar di tengah situasi krisis.
Ekonom menilai percepatan distribusi pangan dan penguatan suplai menjadi kunci untuk menekan potensi lonjakan harga pangan pascabencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang memutus akses logistik di sejumlah wilayah.
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyatakan kebijakan stabilisasi biaya pakan jagung hingga Januari 2026 memang membantu menahan biaya produksi peternak.
Namun, menurut dia, kebijakan tersebut belum menyentuh permasalahan utama, yakni ketidakseimbangan pasokan ketika permintaan meningkat akibat bantuan pangan skala nasional.
âMenahan biaya pakan ternak hanya akan memengaruhi margin produsen, bukan harga jual ternak,â kata Wijayanto saat dihubungi di Jakarta, Jumat (5/12).
Ia menegaskan suplai protein hewani perlu diperkuat agar peningkatan permintaan dari program jaring pengaman sosial tidak menekan harga di tingkat konsumen.
Selain suplai, pemulihan akses distribusi pangan menjadi faktor krusial terutama di daerah terdampak bencana yang masih terkendala konektivitas.
Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyampaikan wilayah terdampak juga berperan sebagai pemasok pangan untuk provinsi lain, sehingga gangguan distribusi dapat menimbulkan efek domino nasional.
âSumatera Barat misalnya, sebagai penghasil cabai merah. Jika pasokan terganggu, harga di daerah lain seperti Riau juga bisa naik,â ujarnya.
Menurut dia, dalam situasi darurat ketika jalur swasta terputus, pendistribusian bantuan pangan oleh pemerintah pusat harus diperkuat dengan memanfaatkan seluruh infrastruktur logistik yang tersedia.
âPasokan barang terutama kebutuhan pokok harus dipasok oleh pemerintah sembari ada pembangunan ulang ekonomi di daerah bencana,â kata Huda.
Ia mengingatkan semakin lambat pemulihan akses dan suplai, maka risiko kelangkaan dan lonjakan harga semakin tinggi di pasar wilayah terdampak maupun wilayah pemasok yang terdampak imbasnya.
Pemerintah melalui beberapa kementerian dan lembaga sendiri telah mengerahkan bantuan pangan dan logistik ke tiga provinsi terdampak menggunakan jalur laut, dan udara di beberapa wilayah yang mengalami kerusakan akses darat untuk memastikan suplai tetap terjaga di tengah masa tanggap darurat.
Lebih lanjut, pengamat mengharapkan pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur jalan, memastikan cadangan pangan nasional tersalurkan tepat sasaran, serta menyiapkan opsi impor terukur bila suplai domestik belum mencukupi dalam jangka pendek.
Dengan langkah koordinatif dan berbasis data, stabilitas harga pangan diharapkan tetap terjaga sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
- Inflasi
- bencana sumatera
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Wakil Ketua Komisi VI DPR Menyatakan Stok BBM Aman karena Indonesia Punya Sumber Minyak Baru
-
Mulai Sistem Jatah Hingga Pengurangan Hari Kerja, Negara-negara Asia Tempuh Langkah Darurat Hadapi Kenaikan Harga Minyak karena Perang Iran
-
Instruksi Langsung Presiden Prabowo: Bekasi Raya Segera 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Mulai Maret
-
Sambut Libur Lebaran, Promosi Wisata Digencarkan: Barito Utara Angkat Pesona Air Terjun Jantur Doyam
-
Public Expose 2026: Rumah Zakat Bakal Perkuat Inovasi Program demi Memperluas Manfaat
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.