- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemkab Serang Banten Kemba...
Pemkab Serang Banten Kembangkan Budi Daya Maggot untuk Urai Sampah
Jumat, 05 Des 2025, 08:10 WIBSERANG â Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, mengembangkan metode budi daya maggot sebagai solusi strategis untuk mengurai permasalahan sampah organik di wilayah setempat.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, di Serang, Kamis (04/12), mengatakan pengembangan ini dimulai dengan menyasar pengelolaan sampah di Pasar Anyar dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kecamatan Anyer.
"Metode ini merupakan langkah konkrit untuk mengurai permasalahan sampah yang kita hadapi. Sampah organik nantinya akan diproses menggunakan maggot yang dikelola langsung oleh masyarakat," ujar Najib Hamas usai menerima bantuan pengembangan budi daya maggot dari Patra Anyer Hotel.
Najib menjelaskan, pola pengolahan sampah berbasis maggot ini diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang efektif dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke pembuangan akhir.
Menurutnya konsep pemberdayaan maggot tidak hanya menyelesaikan masalah fisik sampah, tetapi juga bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.
"Kami sedang membangun konsep pengelolaan sampah hingga tingkat desa. Harapannya, setiap rumah tangga didorong untuk membudidayakan maggot secara mandiri," katanya.
Pihaknya merinci rencana jangka panjang di mana akan menetapkan desa percontohan. Pemerintah daerah akan memfasilitasi sarana seperti bak budi daya, kemudian hasil panen maggot warga akan dibeli melalui sistem bank sampah.
"Nanti maggot yang sudah siap panen itu kita beli dan dijadikan sebagai bank sampah maggot. Ini solusi bagi desa-desa yang mungkin tidak memiliki dukungan CSR perusahaan besar," jelasnya.
Sementara itu, General Manager Patra Anyer Hotel, Pungky Diospurnama, mengatakan mendukung penuh inisiatif Pemkab Serang tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) guna menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Anyer.
"Kami mensupport pendanaan agar pengelolaan sampah organik berbasis pemberdayaan dan edukasi ini dapat berjalan optimal di TPST Anyer," katanya.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kunjungan Perdana, Wapres Gibran Disambut Tari Gale-Gale di Raja Ampat
-
Gubernur Pramono Tambah Kapasitas Mudik Gratis: Dari 26 Ribu Kini Tembus 30.774 Pemudik
-
Maybank Indonesia Dorong Ekosistem Halal Terintegrasi Lewat Solusi Keuangan Syariah
-
Prabowo: BUMN Punya Waktu 2–3 Tahun untuk Lakukan Pembenahan
-
Grizzlies Atasi Magic di London
-
Kembangkan Pesantren Ramah Anak, Menag: Kita Bentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
-
Gresik Phonska Plus ke Grand Final, Tanpa Pemain Asing Tetap Bisa Permalukan Tim Inti Electric PLN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.