Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenekraf dan Pendopo Berkolaborasi Angkat Profil UMKM Kriya di Cibubur

📅 Senin, 01 Des 2025, 16:45 WIB | Oleh:
Kemenekraf dan Pendopo Berkolaborasi Angkat Profil UMKM Kriya di Cibubur Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekraf
Ket. Pendopo dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membuka pameran Ragam Kriya Nusantara berhari-hari di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Cibubur, Jakarta dan berakhir pada Minggu (30/11).

JAKARTA - Sebuah pameran Usaha Mikro Kecil Menengah bertajuk "Ragam Kriya Nusantara" diselenggarakan dari 26 sampai 30 November 2025 di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Cibubur, Jakarta, disertai sesi diskusi interaktif dan lokakarya edukatif yang mengangkat profil produk 20 UMKM yang telah melewati proses kurasi.

Kegiatan tersebut terwujud lewat komitmen yang sama antara pemerintah yang diwakili Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan juga sektor swasta (Pendopo) dalam mendorong UMKM naik kelas dengan upaya perluasan jangkauan pasar dan peningkatan profil sektor kriya di Indonesia.

"Kehadiran Kemenekraf di sini adalah upaya kami untuk mempromosikan jenama lokal sektor kriya ke pasar yang lebih luas," ujar Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, Yuke Sri Rahayu, yang juga menjadi narasumber sesi diskusi interaktif pada pameran tersebut dalam keterangannya pers di Jakarta, Senin (1/12).

Yuke menegaskan pemerintah berkomitmen mengangkat produk UMKM di sektor kriya, karena sektor itu menjadi bagian penting ekosistem ekonomi kreatif berdasarkan data dan peranan ekonomi kreatif dalam total produk domestik bruto (PDB) nasional.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam catatan Kepala Badan Ekonomi Kreatif tahun 2017, ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp 852,24 triliun.

Dari total kontribusi tersebut, sub-sektor kuliner, kriya dan fashion memberikan kontribusi terbesar pada ekonomi kreatif. Tercatat sub-sektor kuliner berkontribusi sebesar 41,69 persen, disusul sub-sektor fesyen sebesar 18,15 persen dan kriya sebesar 15,70 persen.

Pameran Ragam Kriya Nusantara itu menyajikan banyak produk kriya Indonesia setelah Pendopo melakukan seleksi (kurasi) yang ketat bagi setiap produk pelaku kreatif yang akan dihadirkan.

Pendopo dalam keterangannya mengklaim telah banyak mengurasi produk dari 300 UMKM yang bekerja sama dan dinaunginya, dan jumlahnya mencapai lebih dari 12.000 produk.

Adapun produk yang dibawa ke pameran Ragam Kriya Nusantara meliputi aksesori, dekorasi rumah, dan kerajinan serat alam. Ada juga keramik, fesyen, serta ornamen budaya kontemporer.

Jenama yang tampil di pameran antara lain Faber Instrument Indonesia, yang memproduksi radio kayu modern.

Ada homLiv, menawarkan alat masak dan perlengkapan rumah food grade dari kayu jati.

Kaina Handmade yang fokus pada tas patchwork dari kain dan denim berkelanjutan.

Craftote yang hadir dengan tas handmade yang dibuat dari kombinasi tekstil dan kulit, namun desainnya menonjolkan nilai seni dan motif dari budaya Indonesia.

Sementara Wastraloka menampilkan wastra Indonesia melalui desain modern untuk pelestarian budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.