Diaspora Diajak Pulang Bawa Dampak: Gubernur Pramono Genjot Misi Jakarta Jadi Top 50 Global City

Minggu, 30 Nov 2025, 13:45 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu diaspora Indonesia di Berlin untuk mendorong kolaborasi global dalam pembangunan kota. Ia menegaskan bahwa keterlibatan diaspora menjadi elemen penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota berkelas dunia.

Dalam forum yang berlangsung Jumat (28/11) itu, Pramono menyampaikan bahwa penguatan masyarakat menjadi fondasi utama transformasi Jakarta. Ia menyebut bahwa kota global hanya bisa lahir dari warga yang inklusif, cerdas, dan diberdayakan.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Jakarta dibangun mulai dari masyarakatnya. Jakarta bertekad membangun kota yang ramah dan inklusif untuk semua warganya," tuturnya.

Pramono menekankan bahwa akses pendidikan harus merata agar semua anak Jakarta mendapat peluang yang sama. Ia menyoroti peningkatan jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang kini mencakup 707.513 peserta didik.

"Dengan pemutihan ijazah, mereka bisa melanjutkan pendidikan tinggi atau bekerja. Diharapkan, kesejahteraan mereka juga semakin meningkat," ungkapnya.

Gubernur juga membeberkan langkah Pemprov DKI memperluas bantuan pendidikan tinggi melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Ia menyebut bantuan itu akan diperluas hingga jenjang S2 dan S3 serta dilengkapi peluang beasiswa luar negeri.

"Kami akan adakan ‘LPDP versi Jakarta’. Harapannya, anak-anak muda di Jakarta semakin terpacu dan mendapatkan kesempatan bersekolah di luar negeri, kemudian kembali ke Jakarta untuk bersama-sama membangun kota," ujarnya.

Selain sektor pendidikan, Pramono memaparkan transformasi Jakarta menuju kota global berbasis konektivitas modern. Ia menjelaskan bahwa Jakarta tengah memperkuat integrasi transportasi publik hingga kawasan penyangga melalui program Transjabodetabek.

"Jakarta berada di posisi ke-17 dari 50 kota terbaik di dunia untuk transportasi publik berdasarkan survei TimeOut 2025. Bahkan, Jakarta menduduki peringkat kedua transportasi terbaik di Asia Tenggara," ungkapnya.

Ia menggarisbawahi bahwa Pemprov DKI terus mencari solusi cepat untuk persoalan mobilitas warga. Ia mencontohkan pelican crossing di Stasiun KRL Cikini, pemulihan fasilitas transportasi pasca-unjuk rasa, serta pengembangan Blok M Hub sebagai ruang UMKM dan kreatif yang terintegrasi.

Dalam forum tersebut, Pramono menegaskan perlunya peran diaspora sebagai mitra strategis untuk memperkuat daya saing Jakarta. Ia menyebut bahwa mereka dapat berkontribusi dalam pilar bisnis, riset, inovasi, hingga tata kelola modern.

"Kami berharap dapat berkolaborasi dengan rekan-rekan diaspora. Melalui knowledge exchange untuk transfer ilmu dan teknologi baru dalam menyelesaikan tantangan Kota Jakarta, serta membentuk dewan ahli diaspora untuk memberikan masukan pada sektor strategis," pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa Jakarta siap membuka jalur kolaborasi lebih luas dengan universitas top dunia untuk menciptakan jaringan talenta global. Ia mendorong diaspora berperan dalam menutup talent gaps di sektor strategis dan membangun ekosistem riset masa depan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.