Korban Tewas Banjir Sri Lanka 69 Orang

Sabtu, 29 Nov 2025, 05:16 WIB

KOLOMBO - Militer Sri Lanka pada Jumat (28/11) berlomba untuk menyelamatkan ratusan orang yang terdampar akibat naiknya banjir saat kematian terkait cuaca meningkat menjadi 69, dan 34 orang lainnya dinyatakan hilang.

Helikopter dan kapal angkatan laut melakukan operasi penyelamatan, menyelamatkan orang-orang dari puncak pohon, atap, dan desa-desa yang terputus oleh banjir.

Ket. Foto: Setidaknya 3.000 rumah rusak akibat tanah longsor dan banjir, dan lebih dari 18.000 orang telah diungsikan ke tempat penampungan sementara. — Sumber: Istmewa

Dari The Guardian, Pusat Manajemen Bencana (DMC) mengatakan jumlah korban meningkat seiring ditemukannya lebih banyak jenazah di wilayah tengah yang paling parah terkena dampak, tempat sebagian besar korban terkubur hidup-hidup saat tanah longsor melanda minggu ini.

Hujan turun di seluruh pulau, dengan beberapa wilayah menerima curah hujan 360 mm dalam 24 jam terakhir, kata DMC. Sungai Kelani, yang mengalir ke Samudra Hindia dekat ibu kota Kolombo, meluap pada hari Jumat.

VSA Ratnayake, 56, mengatakan ia harus meninggalkan rumahnya yang terendam banjir di Kaduwela, dekat Kolombo. "Saya rasa ini bisa menjadi banjir terburuk di daerah kami selama tiga dekade," kata Ratnayake. "Saya ingat banjir di tahun 1990-an ketika rumah saya terendam air setinggi 2,2 meter."

Kalyani, 48, juga dari Kaduwela, mengatakan dia melindungi dua keluarga yang rumahnya terendam banjir.

Setidaknya 3.000 rumah rusak akibat tanah longsor dan banjir, dan lebih dari 18.000 orang telah diungsikan ke tempat penampungan sementara. Di distrik Anuradhapura di utara, sebuah helikopter Bell 212 mengangkut seorang pria yang memanjat pohon kelapa untuk menghindari banjir.

DMC mengatakan lebih banyak hujan diperkirakan turun, dan Siklon Ditwah kemungkinan bergerak menjauh dari utara menuju negara bagian Tamil Nadu di India selatan pada hari Minggu.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa di Sri Lanka dan mengatakan Delhi sedang mengirimkan bantuan ke daerah-daerah terdampak. "Kami siap memberikan lebih banyak bantuan seiring perkembangan situasi," ujar Modi di X.

Para pejabat DMC mengatakan mereka memperkirakan tingkat banjir akan lebih buruk daripada tahun 2016, ketika 71 orang tewas di seluruh negeri. Puluhan wisatawan yang terlantar dievakuasi ke Kolombo dari daerah pusat perkebunan teh pada hari Jumat.

Stasiun TV Sirasa menyiarkan permohonan bantuan dari seorang perempuan yang putus asa. "Kami berenam, termasuk seorang anak berusia satu setengah tahun. Jika air naik lima anak tangga lagi, kami tidak akan punya tempat berlindung," ujarnya melalui telepon.

Sri Lanka sedang berada dalam musim muson timur laut, tetapi curah hujan meningkat karena Siklon Ditwah, kata DMC.

Sri Lanka bergantung pada hujan monsun musiman untuk irigasi dan listrik tenaga air, tetapi para ahli telah memperingatkan bahwa negara tersebut menghadapi banjir yang lebih sering karena krisis iklim.

Jumlah korban tewas akibat cuaca minggu ini adalah yang tertinggi sejak Juni tahun lalu, ketika 26 orang tewas akibat hujan deras. Pada bulan Desember, 17 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor.

Banjir terburuk yang dialami Sri Lanka sejak pergantian abad terjadi pada bulan Juni 2003, saat 254 orang tewas.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Wow Ini Cara Unik Vokalis Grup Musik Kahitna Hedi Yunus untuk Rayakan Ulang Tahun

Makin Bersih dan Asri, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Alat Berat Tata Sungai Code

Arthur Gea Raih Gelar ATP Perdana di Los Cabos, Taylor Fritz Tantang Rafael Jodar di Final Washington

Pentagon Jadwalkan Jet Tempur Generasi Keenam F-47 Terbang Tahun 2028

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Jadi Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Roma Bidik Penyerang Aston Villa Evann Guessand, Negosiasi Berpotensi Gunakan Skema Pinjaman

Bursa Transfer: Manchester United Pertahankan Enzo Kana-Biyik, Schalke Bidik Buonanotte

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

Rudal Balistik Hipersonik Iran: Pejabat Pentagon Peringatkan Pasukan AS akan Kesulitan Menghadapi Kheibar Shekan

Piala AFF 2026: Thailand Gusur Malaysia ke Puncak Grup B, Anthony Hudson Puji Clean Sheet Tim Asuhannya

Cegah Pencemaran Meluas, Enam Ton Minyak Berhasil Dibersihkan dari Perairan Semau

Kapten Timnas Sepak Bola Indonesia Rizky Ridho: para Pemain Tidak Akan Terpancing Provokasi Vietnam

Wajib Ditiru Kebijakan Ini, Pemkab Gianyar Bali Lindungi 595 Seniman melalui BPJS Ketenagakerjaan

Debut Enzo Maresca di Manchester City Berakhir Pahit, Tetap Puas Meski Kalah Adu Penalti dari Inter Milan

Dampak Kekeringan, PMI Cianjur Distribusikan Air Bersih untuk 1.322 Keluarga

Ning Lia: Jatim Juara Umum LKS Nasional Empat Kali Berturut-turut Bukti Konsistensi Gubernur Khofifah Bangun Ekosistem Pendidikan

Fiskal Daerah Tercekik, Politik Anggaran Perlu Dikoreksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.