Stabilitas Harga Mati! Redam Risiko Global, Kemenkeu Tegaskan Sektor Keuangan Harus Tetap Prima
Jumat, 28 Nov 2025, 22:50 WIBJAKARTA â Menjaga kesehatan sektor keuangan menjadi fondasi stabilitas ekonomi, terutama di tengah dinamika global yang masih bergejolak. Penguatan permodalan lembaga keuangan, peningkatan kualitas intermediasi, serta pengawasan yang adaptif terhadap risiko pasar dan teknologi menjadi kunci mencegah kerentanan sistemik. Konsolidasi data, percepatan digitalisasi, dan koordinasi lintas otoritas juga diperlukan untuk memastikan transmisi kebijakan moneter dan fiskal berjalan efektif. Dengan ekosistem keuangan yang sehat, perekonomian memiliki ruang lebih luas untuk tumbuh berkelanjutan dan tahan terhadap tekanan eksternal.
Kementerian Keuangan RI menegaskan komitmen menjaga kesehatan sektor keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta ketahanan keuangan rumah tangga.
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Masyita Crystallin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/11), mengatakan Pemerintah Indonesia telah menyusun berbagai kebijakan pengembangan pasar keuangan, asuransi, pensiun, dan pembiayaan jangka panjang.
Berbagai kebijakan itu diarahkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan sekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat.
âIbarat tubuh manusia, masing-masing sektor memiliki peranan yang sangat penting. Sektor keuangan adalah nadi yang mengalirkan energi ke seluruh tubuh. Sehatnya sektor keuangan mencerminkan sehatnya perekonomian Indonesia,â ujar Masyita.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan mitra internasional.
Kolaborasi itu bertujuan untuk memastikan stabilitas sektor keuangan, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan terjangkau, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
âJaga kesehatan finansial kita untuk menjaga masa depan kita,â tutur Masyita.
Komitmen yang disampaikan oleh Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu merespons pernyataan Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda, yang melakukan kunjungan ke RI sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA).
Ratu Maxima dalam Agenda Kesehatan Finansial Nasional (NFHE) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (27/11), menegaskan pentingnya menjaga kesehatan finansial di masyarakat karena tingginya kualitas kesehatan finansial dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara ke depannya.
Menurut Ratu Belanda, para regulator perlu berfokus setidaknya pada tiga aspek untuk membangun kesehatan finansial di masyarakat.
Aspek pertama yaitu menyadari bahwa ekosistem keuangan inklusif yang dibangun harus memiliki tujuan akhir menciptakan kesehatan finansial bagi masyarakat.
Aspek kedua adalah mengubah paradigma regulator dari sekadar âtidak berbuat burukâ jadi âmendorong perbuatan baikâ, seperti dengan memberi insentif bagi masyarakat untuk menabung.
Sedangkan aspek ketiga adalah kesepahaman antara pihak regulator dan pihak swasta untuk bersama-sama mewujudkan kesehatan finansial.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jangan Khawatir! Gumoh pada Bayi Bukan Tanda Anak Anda Sakit, Simak Penjelasannya
-
Tiga Negara Super Power Ini Harus Hancurkan Nuklir
-
Survei Ipsos: Keamanan Jadi Faktor Utama Masyarakat Memilih Bank Digital
-
Lebih Dekat dengan Masyarakat, CIMB Niaga Hadirkan “Ada OCTO Land”, di Blok M Jakarta
-
Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 4,5 Km, Warga Diminta Waspada
-
Rakerna SP PLN 2026: 1.150 Pekerja PLN Komit Jaga Ketahanan Energi Nasional, Kawal Amanat Konstitusi
-
Harga Daging Sapi di Temanggung Alami Kenaikan, Jadi Rp145.000/Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.