- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ancaman Ekonomi Afrika, Ti...
Ancaman Ekonomi Afrika, Tingginya Biaya Demi Sapu Bersih Virus Ebola dari Kongo
Kamis, 17 Sep 2026, 20:58 WIBMOSKOW - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai langkah-langkah untuk menangani virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) mulai membuahkan hasil. Namun, pendanaan lebih besar masih diperlukan, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
"Kami mulai melihat tanda-tanda yang menggembirakan bahwa kami mulai berhasil mengendalikan situasi," kata Ghebreyesus dalam sebuah pengarahan di Jenewa pada Rabu.
Di wilayah yang paling terdampak di Provinsi Ituri, kata dia, penularan mulai menurun. Sedangkan Kivu Selatan tidak melaporkan kasus baru sejak Mei. Lebih dari 1.700 orang telah pulih.
"Dan setelah empat bulan, wabah sebagian besar telah terkendali di wilayah timur laut RD Kongo, kecuali wabah kecil di Uganda yang dengan cepat berhasil dihentikan," katanya.
"Kami meminta semua donor memastikan bahwa rencana penanganan pemerintah maupun upaya kemanusiaan yang lebih luas mendapatkan pendanaan penuh," katanya menambahkan.
Dia mengatakan uji klinis diperkirakan dimulai dalam beberapa pekan mendatang. Pada saat yang sama, pimpinan WHO itu menekankan bahwa wabah mematikan tersebut masih terus menyebar.
"Di wilayah dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi, wabah ini masih dapat menyebar," kata Ghebreyesus.
Pekan lalu, pemerintah RD Kongo mengeluarkan rencana penanganan Ebola selama 180 hari yang membutuhkan dana sebesar 1,3 miliar dolar AS (sekitar Rp23 triliun).
Menurut laporan terbaru pemerintah RD Kongo yang dirilis pada Selasa, jumlah kasus terkonfirmasi telah mencapai 7.258 kasus, sementara 3.510 kematian tercatat sejak Mei. Ant
- Ebola
- Tedros Adhanom Ghebreyesus
- congo
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Dirjen WHO 2027-2032
-
Di Forum ASEAN, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja
-
Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi
-
Aset Negara Hasil Pemulihan Korupsi Bisa Jadi Modal Pembangunan Nasional.
-
Dirut PLN: Indonesia Jalankan Proyek PLTS Terbesar di Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.