Drama Memuncak di Miss Universe, Dua Pemilik Organisasi Kini Terjerat Surat Penangkapan

Jumat, 28 Nov 2025, 03:00 WIB

JAKARTA - Ajang Miss Universe 2025 yang sudah penuh kontroversi kembali diguncang babak baru. Setelah Fátima Bosch dinobatkan sebagai pemenang di Bangkok, kini dua pemilik Miss Universe Organisation justru menghadapi surat penangkapan dari dua negara berbeda. Situasi ini membuat gonjang-ganjing kompetisi kecantikan tersebut semakin dalam dan menarik perhatian publik internasional.

Di Meksiko, pengusaha Raúl Rocha Cantú—yang memegang setengah kepemilikan Miss Universe—dilaporkan sedang diselidiki terkait dugaan penyelundupan narkoba, senjata, dan bahan bakar antara Meksiko dan Guatemala. Informasi ini pertama kali mencuat melalui laporan media setempat. Rocha, yang memiliki portofolio bisnis mulai dari industri, kasino, hingga penyelenggaraan kontes kecantikan, langsung membantah seluruh tuduhan. Ia menegaskan bahwa kabar mengenai surat penangkapan terhadap dirinya tidak benar.

Ket. Foto: — Sumber: Jernih

Namun, kantor kejaksaan Meksiko kemudian mengonfirmasi bahwa memang ada investigasi berjalan, serta surat penangkapan untuk 13 orang telah diterbitkan. Di antara nama-nama itu terdapat sosok yang diidentifikasi sebagai “Raúl R”, yang disebut telah banyak muncul dalam pemberitaan publik. Kondisi ini membuat kasus tersebut semakin disorot karena keterkaitannya dengan salah satu pemilik kontes kecantikan terbesar di dunia.

Sementara itu di Thailand, Jakkaphong Jakrajutatip—pemilik setengah lainnya dari Miss Universe Organisation sekaligus tokoh media ternama—juga menghadapi masalah hukum. Pengadilan Thailand menerbitkan surat penangkapan setelah ia tidak hadir pada sidang putusan kasus dugaan penipuan investasi yang diajukan oleh seorang dokter bedah plastik. Pengadilan menilai ketidakhadirannya sebagai indikasi risiko melarikan diri. Hingga kini, keberadaan Jakkaphong belum diketahui.

Drama yang melingkupi edisi Miss Universe tahun ini memang sudah mencuat sejak awal November. Fátima Bosch, yang saat itu masih berstatus Miss Mexico, sempat viral setelah keluar dari sesi kegiatan usai mendapat teguran keras dari direktur kontes yang menyebutnya “bodoh” karena kurang aktif mempromosikan acara. Setelah gelombang kritik dari publik, sang direktur akhirnya meminta maaf, sementara Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memuji Bosch sebagai perempuan yang berani bersuara.

Bosch akhirnya berhasil meraih mahkota Miss Universe, tetapi kemenangannya dibayangi tuduhan kecurangan. Dua dari delapan juri mengundurkan diri jelang malam final, salah satunya menyiratkan bahwa proses penilaian tidak transparan. Media Meksiko juga menyoroti dugaan hubungan bisnis antara Rocha dan perusahaan minyak negara Pemex, tempat ayah Bosch bekerja. Kedua pihak telah menampik dugaan tersebut.

Dalam konferensi pers terbaru, Presiden Sheinbaum kembali menegaskan bahwa penyelidikan terhadap Rocha tidak berkaitan dengan kemenangan Bosch, dan meminta publik tidak mengaitkan pencapaian sang ratu kecantikan dengan persoalan hukum yang sedang dihadapi para pemilik organisasi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.