Blora Tetapkan Kejadian Luar Biasa atas Keracunan di SMP Negeri 1 Akibat Menyantap MBG
Jumat, 28 Nov 2025, 05:31 WIBBLORA â Keracunan makanan di SMP Negeri 1 Blora, Jateng, akhirnya ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). âKeracunan makanan yang menimpa ratusan siswa SMP Negeri 1 Blora akhirnya ditetapkan sebagai kejadian luar biasa atau KLB,â kata Wakil BHupati Blora, Sri Setyorini, Kamis. Penetapan KLB tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Blora menerima surat resmi dari Badan Gizi Nasional menyusul tingginya jumlah siswa yang terdampak.
Kasus dugaan keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), kata dia, terjadi pada hari Selasa (25/11) sekitar pukul 10.00 WIB, setelah seratusan siswa mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Penetapan KLB, kata dia, didasarkan pada jumlah kasus yang signifikan. Sedangkan pihak yang berwenang mengeluarkan rekomendasi resmi terkait data korban dan perkembangan kasus dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Blora tetap bersikap terbuka atas insiden tersebut. Penyedia makanan MBG, yakni Satuan Pelayanan Pengolahan Gizi (SPPG) Karangjati 1 Blora, juga disebut telah menerima surat penghentian operasional sementara dari Direktorat Pemantauan dan Pengawasan melalui Bidang Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II.
"Surat penghentian operasional sudah diterbitkan. Ini bagian dari langkah penanganan dan evaluasi menyeluruh," ujarnya yang juga sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Blora. Selain itu, pemerintah daerah bersama tim gabungan juga melakukan investigasi lapangan.
"Tim kami turun ke lapangan untuk memeriksa seluruh aspek terkait peristiwa ini. Hasil pemeriksaan akan disampaikan secara resmi oleh Dinas Kesehatan nantinya," ujarnya. Sri Setyorini menambahkan pemerintah daerah berkomitmen memberikan penanganan terbaik kepada siswa yang terdampak dan memastikan investigasi berjalan menyeluruh. "Kami pastikan penanganan berjalan optimal. Semua langkah dilakukan demi keselamatan anak-anak dan kejelasan kasus ini," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinkesda Blora Nur Betsia menyampaikan total kasus dugaan keracunan makanan yang ditangani RSU dr. R. Soetijono Blora dan Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (RS DKT) Blora mencapai 122 siswa. Dari jumlah tersebut, 117 siswa menjalani rawat jalan, dan lima siswa dirawat inap. "Saat ini pasien rawat inap tinggal tiga orang, dua dirawat di RSU Blora dan satu di RS DKT Blora. Kondisi mereka baik dan mudah-mudahan nantinya bisa pulang," ujarnya.
Ia menjelaskan tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan mulai dari dapur penyedia makanan MBG, meliputi dokumen akreditasi dapur, sertifikat laik higiene dan sanitasi, SOP pengolahan makanan, kebersihan peralatan, proses pengolahan, penyajian dan distribusi makanan ke sekolah.
"Sertifikat laik higiene sanitasi dan SOP sebenarnya sudah ada, meski belum seluruhnya terpasang. Kami juga melakukan investigasi langsung mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan," ujarnya. Hingga kini, Dinkesda belum dapat memastikan penyebab keracunan. Kepastian akan diketahui setelah hasil uji laboratorium dari sampel makanan, sampel feses, muntahan, dan sampel air yang dikirim ke BLK Semarang selesai diproses dari Dinas Kesehatan dan BPOM.
"Pemeriksaan mikrobiologi membutuhkan waktu sekitar satu minggu," ujarnya. Terkait penanganan medis, Dinkesda memberikan pengobatan berdasarkan gejala yang dialami siswa. "Jika anak mengalami mual atau muntah diberikan obat anti mual. Untuk yang diare kami berikan obat diare. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak," ujarnya.
- Blora
- Kejadian Luar Biasa (KLB)
- Kasus Keracunan Program MBG
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Curry Panas di Babak Kedua, Butler Bersinar Saat Warriors Tundukkan Knicks
-
Halo Mitra Gojek, GoTo Luncurkan Empat Inisiatif untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi
-
72 Siswa Keracunan Massal MBG di Jakarta Timur, BGN Diminta Dengarkan Kekhawatiran Anak dan Orang Tua
-
Jalan Bypass Soekarno-Hatta Banjir, Pemkot Bandarlampung Turunkan Alat Berat Normalisasi Saluran Drainase
-
Ketua RT di Blora Nekat Melintasi Jalan Cor Basah, Videonya Viral dan Berujung Laporan Polisi
-
Keracunan MBG di Aceh Selatan, Satgas Ungkap Disebabkan Kontaminasi Bakteri
-
Bagus Kasus Kucing Terus Berlanjut ke Ranah Hukum, Biar Jera
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.