Penasihat DWP Kemendagri Tegaskan Perempuan ASN Bukan Figuran: Fondasi Keluarga yang Bikin Sistem Tetap Kuat

Kamis, 27 Nov 2025, 21:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai fondasi ketahanan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam membangun generasi yang kuat dan adaptif. Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendagri Ges Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa pengalaman hidup perempuan adalah sumber daya utama yang memperkuat keluarga ASN.

Ia menjelaskan bahwa setiap pengalaman yang dijalani perempuan, baik sebagai ibu rumah tangga maupun pekerja profesional, memiliki nilai yang dapat menjadi modal untuk berkembang. Menurutnya, perjalanan hidup yang dijalani perempuan akan membangun ketangguhan serta membuka potensi baru yang bermanfaat bagi keluarga.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Prinsip saya itu ‘your true life is your power.’ Jadi apa itu artinya? Itu artinya jadilah diri kamu sendiri ya. Hidup kamu, pengalaman kamu, keluarga kamu, background kamu itu menjadi kekuatan hidup kamu."

Ges menekankan pentingnya perempuan memanfaatkan pengalamannya untuk membangun kapasitas pribadi. Ia juga mendorong perempuan untuk terus berdaya di berbagai sektor, baik sebagai ibu rumah tangga yang terdidik maupun pekerja yang profesional dan mandiri.

"Dengan segala takdirnya masing-masing, walaupun ada yang rumah tangga, tapi ibu rumah tangga yang terdidik. Kalaupun dia menjadi karyawati, dia bekerja, menjadi seorang pekerja yang profesional."

20251127204834_isi-berita-2.jpeg

Selain sebagai penggerak rumah tangga, perempuan dalam keluarga ASN disebut berperan sebagai pembelajar yang memberikan motivasi bagi anggota keluarga lainnya. Namun, peran tersebut dinilai tidak dapat berjalan maksimal tanpa sistem dukungan yang kuat dari pasangan.

"Support system-nya dari suami. Enggak mungkin kita pulang malam, kita di luar rumah, kalau dia tidak mendukung."

Ia juga mengingatkan pentingnya ketahanan mental bagi perempuan yang memikul berbagai peran sekaligus. Ges mendorong perempuan untuk tetap tenang, tidak berlebihan memikirkan kekurangan, dan berani bangkit meski pernah gagal dalam proses kehidupan.

"Easy going, jangan apa-apa dipikirkan. Hari besok gagal, sudah. Belum tentu hari esoknya gagal lagi. Jadi, hanya mengikuti takdir saja, Bu, tapi cita-cita juga harus tinggi. Begitu, sukses terus ya, Bu, sampai nanti belajar terus sampai kita mati."

Seminar bertema “Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045” yang digelar di Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang itu turut dihadiri para anggota DWP serta pejabat terkait lainnya. Acara tersebut menjadi ruang bagi penguatan peran perempuan ASN dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus mendukung kualitas pendidikan generasi masa depan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.