Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KKP Lepas 15 Ribu Benih Ikan ke Sungai Ciliwung Demi Jaga Populasi

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 15:30 WIB | Oleh:
KKP Lepas 15 Ribu Benih Ikan ke Sungai Ciliwung Demi Jaga Populasi Doc: ANTARA/HO-Humas KKP
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, melepasliarkan 15 ribu benih ikan di Sungai Ciliwung.

Jakarta -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, melepasliarkan 15 ribu benih ikan di Sungai Ciliwung guna menjaga populasi perikanan dan ketahanan pangan di daerah tersebut.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya menjaga populasi perikanan darat di habitatnya untuk kelestarian ekosistem dan ketahanan pangan, salah satunya di Bogor, sebanyak 15 ribu ekor benih ikan dilepasliarkan ke Sungai Ciliwung," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP I Nyoman Radiarta dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dia menyebutkan ikan yang ditebar merupakan ikan-ikan lokal di antaranya ikan nilam (Osteochilus vittatus), ikan soro (Neolissochilus soro), ikan tawes (Barbonymus gonionotus) dan ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii).

Benih tersebut merupakan hasil pengembangan Program Smart Fisheries Village (SFV) Budidaya Ikan Air Tawar yang dikelola Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) di Instalasi Perikanan Cijeruk, Bogor.

"Ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan, tetapi juga keberlanjutan. Karena itu, kami memastikan produk budi daya tidak terputus dari upaya pemulihan populasi ikan di alam," ujar Nyoman.

Menurutnya, kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor tersebut merupakan model sinergi yang harus diperluas ke daerah lain.

Kegiatan itu juga melibatkan Komunitas Peduli Ciliwung, Komunitas Alkesa, serta Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB).

"Protein ikan adalah sumber nutrisi terbaik yang terjangkau masyarakat. Edukasi konsumsi ikan harus terus berjalan berdampingan dengan rehabilitasi ekosistem perairan," tambah Nyoman.

Lebih lanjut, dia mengatakan pelepasliaran atau restocking itu menjadi upaya penting dalam memulihkan populasi ikan di alam, memperkuat ekosistem perairan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.

"Ini sejalan dengan tema nasional Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 tahun 2025 yakni 'Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045'," imbuh Nyoman.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan pelestarian lingkungan dan pemenuhan gizi merupakan agenda yang berjalan beriringan.

"Ini sebagai pengingat bahwa menjaga sungai berarti menjaga kehidupan generasi mendatang. Anak-anak Indonesia harus dibiasakan makan ikan sejak dini,” kata Dedie.

Selain restocking, peringatan Harkannas di Kota Bogor juga diisi edukasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan), lomba masak ikan, bazar olahan ikan, serta pelantikan Duta Jumat Makan Ikan (Jumani).

Pemkot Bogor turut menyalurkan 12.000 paket ikan untuk penanganan stunting dan 8.000 paket bagi masyarakat umum sebagai intervensi peningkatan konsumsi ikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.