Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Buka Formasi Periset pada Penerimaan CPNS 2026

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Buka Formasi Periset pada Penerimaan CPNS 2026 Doc: ANTARA
Ket. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria

JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyatakan pihaknya akan membuka peluang untuk formasi periset pada ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 untuk menyiasati kurangnya jumlah periset di Indonesia.

"Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan," kata Arif Satria di sela-sela kegiatan Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset BRIN di Jakarta, Selasa (25/11).

Arif menuturkan jumlah periset di Indonesia pada saat ini masih berjumlah kurang lebih 300 orang per satu juta penduduk. Sementara di negara maju, jumlahnya ada yang mencapai hingga 4.000 orang per satu juta penduduk.

Ia menyebutkan sejumlah bidang yang menjadi prioritas antara lain pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomics, antariksa, sains material, serta bidang teknologi keberlanjutan.

Di samping itu Arif juga menyebutkan ahli bidang sosial diperlukan di berbagai sektor, sebab menurutnya keilmuan pangan tidak mungkin dilakukan tanpa membicarakan sosiologi pedesaan ataupun ekonomi pertanian.

"Saya kira seluruh aspek ini penting, namun yang paling penting adalah dia attached kepada sektor mana. Jadi bisa saja pangan, tapi orang satelit, orang material science. Untuk bisa menghasilkan alat-alat pertanian yang kuat, yang bagus kan butuh ahli material science, butuh ahli engineering," ucap Arif Satria.

Arif juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam penelitian, agar riset yang dilakukan bisa semakin tepat guna dan menjawab permasalahan di masyarakat

Dalam upaya tersebut, lanjut dia, banyak peneliti dibutuhkan oleh Indonesia, sehingga misi BRIN untuk membangun kultur riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat bisa tercapai.

"Jadi kita mau tidak mau, talent spotting untuk peneliti tangguh ini harus benar-benar kita perkuat. Dan karena itu ekosistem riset ini harus kita jaga, membuat orang nyaman dan membuat orang tertarik untuk menjadi peneliti, menjadi periset," kata Kepala BRIN Arif Satria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.