- Home
-
- Megapolitan
-
- Blok M Bakal Menjadi Pusat...
Blok M Bakal Menjadi Pusat Gerak Kaum Muda
Selasa, 25 Nov 2025, 19:57 WIBJAKARTA - Kawasan Blok M memiliki potensi besar sebagai ruang berkumpul yang sehat bagi anak muda.  âSaya mendukung rencana Pemprov untuk mereplikasi konsep penataan kawasan tersebut ke berbagai lokasi lain di Jakarta,â kata anggota Komisi C DPRD Jakarta, Josephine Simanjuntak.
âBlok M itu sebenarnya punya potensi besar sebagai tempat anak muda berkomunikasi, berdiskusi, dan bersosialisasi," ujarnya, Selasa (25/11). Menurut Josephine, keberadaan ruang berkumpul seperti Blok M sangat penting untuk pemberdayaan anak muda. Ruang yang aman dan inklusif dinilai mampu membangun solidaritas, memperkuat relasi, sekaligus mencegah potensi konflik.
Ia mencontohkan, fenomena ruang berkumpul yang tumbuh secara alami di restoran cepat saji yang sering menjadi tempat nongkrong generasi muda ibu kota. âMereka beli es krim tapi bisa nongkrong berjam-jam. Yang penting ada tempat bertemu dan wifi gratis. Anak-anak sekarang memang butuh ruang seperti itu untuk belajar, mengerjakan tugas, atau sekadar bertemu teman,â jelasnya.
Lebih lanjut, Josephine mendorong konsep serupa diterapkan di berbagai taman, terutama di kawasan Jakarta Timur. Saat ini, ia melihat banyak ruang nongkrong lebih banyak diakses kalangan menengah, sehingga anak-anak dari keluarga grassroots sulit menikmatinya.
âMereka akhirnya nongkrong di pinggir flyover, di jalan layang, minum kopi. Dari situ muncul kecemburuan, persaingan, sampai tawuran. Itu yang tidak bisa saya toleransi,â tegasnya. Ia menambahkan bahwa ruang berkumpul tidak harus berada di pusat perbelanjaan. Taman kota justru dapat menjadi ruang publik yang inklusif dan mudah diakses.
Dengan fasilitas seperti wifi gratis, menurutnya, taman dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan produktif bagi anak muda. âDengan penataan yang benar, taman bisa jadi tempat anak muda belajar, orang tua menikmati suasana, hingga anak-anak SD bereksplorasi. Yang penting konsepnya jelas,â tandasnya.
Wagub Menenang Blok M
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno mengenang kawasan Blok M, Jakarta Selatan sebagai tempat penuh memori saat masa sekolah. Rano mengatakan, pada era 1980-an ia bersekolah di SMAN 6 Bulungan yang tidak jauh dari kawasan tersebut. "Tempat ini penuh kisah bagi saya pribadi. Saya lulus SMAN 6 tahun 1980," ujar Rano saat menyampaikan sambutan di acara Wakuncar Melawai Showcase di Blok M Hub, Sabtu (22/11) sore.
Rano menjelaskan, kawasan Blok M sempat menjadi tempat tongkrongan anak muda pada masanya, termasuk bagi dirinya serta sejumlah pelajar yang kemudian dikenal sebagai artis, seperti Yessy Gusman dan Lydia Kandou. "Kini, setelah direvitalisasi, kawasan ini kembali menjadi ruang publik kreatif dan ramai dikunjungi anak muda," terangnya.
Menurut Rano, Blok M telah menjadi hub penting bagi masyarakat Jakarta karena selalu dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan. Ia berharap konsep serupa dapat direplikasi di wilayah lain di Jakarta.
"Yuk kita kembangkan wilayah lain agar bisa menjaga Jakarta. Keramaian ini baru bisa berjalan kalau kita bisa merawatnya," Â ungkapnya. Rano meyakini masyarakat Jakarta mampu menjaga ruang publik agar menjadi tempat berekspresi dan berkembangnya kreativitas.
Ia memastikan, siap mendukung kegiatan positif bagi generasi muda di Jakarta Selatan agar dapat memberi dampak serupa bagi wilayah lain. "Kawasan ini diharapkan bermanfaat dan dapat melahirkan berbagai kegiatan positif bagi warga Jakarta," ucapnya.
Sementara itu, perwakilan musisi dari Irama Nusantara, Popy Octavia memaparkan, Wakuncar Melawai Showcase menampilkan perjalanan musik era 1980-an. Ia menyebut, revitalisasi Blok M Hub merupakan hasil kreasi anak muda Jakarta Selatan yang kini sukses menarik pengunjung setiap akhir pekan.
"Melawai sejak dulu menjadi saksi perjalanan musik dan kreativitas anak muda," jelasnya. Menurut Popy, kawasan ini terus menjadi magnet ruang publik, mulai dari komunitas hingga panggung musik yang berkembang. Di lokasi tersebut juga ditampilkan sejarah musik era 1980-an, mulai dari pop kreatif, jazz, hingga dangdut.
"Kegiatan ini digelar sebagai ajang nostalgia sekaligus pembuktian bahwa Jakarta tetap menjadi pusat perkembangan musik Indonesia," tandasnya.
- Blok M HUB
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Badai Tapah Hantam Tiongkok, Warga Dievakuasi dan Penerbangan Terganggu
-
Dominasi Tiongkok di Kejuaraan Dunia BWF 2025
-
Simak Bunda, Ini Kiat Mengurangi Anak Tantrum Tak Mau Akhiri Mandi
-
MRT Jakarta Janji Bikin Pop City 2025 Jadi Festival Paling Kalcer, Gratis Akses Mudah ke Blok M Hub!
-
Revitalisasi Kawasan Blok-M
-
Drama Epstein Memanas! Trump Tuduh Obama Berkhianat
-
Akhir Pekan, Bapanas Catat Harga Cabai Rawit Turun Jadi Rp58.074/Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.