- Home
-
- Luar Negeri
-
- Badai Tapah Hantam Tiongko...
Badai Tapah Hantam Tiongkok, Warga Dievakuasi dan Penerbangan Terganggu
Senin, 08 Sep 2025, 17:56 WIBANKARA â Badai tropis Tapah melanda wilayah Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan pada Senin pagi, sehingga mengganggu lalu lintas udara di Taiwan, Hong Kong dan Makau, lapor kantor berita Tiongkok, Xinhua.
Selain itu, Xinhua juga melaporkan bahwa badai tersebut juga memicu penutupan sekolah serta membuat otoritas setempat mengevakuasi puluhan ribu warga terdampak.
Sebanyak 182 sekolah di kota Taishan diliburkan, sementara 41.000 orang di kota Jiangmen dievakuasi ke tempat yang lebih aman, menurut pemberitaan tersebut.
Beberapa wilayah di Provinsi Guangdong juga disebut mengalami kondisi hujan lebat dan angin kencang.
Sementara itu, sejumlah maskapai telah membatalkan penerbangan antara Taiwan dan Hong Kong juga Makau, ketika badai tropis Tapah bergerak melewati Laut Tiongkok Selatan, Kantor Berita Pusat Taiwan melaporkan.
Tapah adalah topan ke-16 di tahun ini, yang terbentuk pada Sabtu malam (6/9) di sebelah barat Filipina, dan terus bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 20 km (12 mil) per jam, dan secara bertahap melemah.
Pada 9 September, Badai Tapah diperkirakan mencapai daratan di Provinsi Guangdong, Tiongkok, dengan intensitas mencapai level 8 hingga 10, setara dengan kecepatan angin 89â117 km/jam.
Sirkulasi badai ini menyebabkan gelombang laut setinggi 4â6 meter dan angin kencang di wilayah barat laut Laut Timur Laut.
Akibat dampak badai, wilayah pesisir Tiongkok dan Vietnam utara mengalami hujan lebat dengan curah hujan lokal melebihi 300 mm, meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor.
Badai ini diperkirakan tidak akan berdampak langsung pada Taiwan, menurut Badan Meteorologi Pusat.
Otoritas bandara mengatakan pihaknya memperkirakan sekitar 100 penerbangan akan dibatalkan pada Senin, sementara banyak penumpang mengalami penundaan penerbangan.
Meskipun Indonesia tidak langsung terdampak, sirkulasi badai Tapah dapat mempengaruhi pola cuaca di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di Kalimantan Tengah pada 7â9 September 2025, yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Diperkirakan pada 10â11 September, Badai Tapah akan melemah menjadi depresi tropis saat bergerak ke arah barat laut Tiongkok.
Namun, dampak sisa badai, seperti hujan lebat dan angin kencang, masih berpotensi terjadi di wilayah terdampak.
Penting bagi masyarakat di wilayah pesisir dan dataran rendah untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi.
Pemantauan cuaca secara berkala dan mengikuti informasi dari otoritas setempat sangat dianjurkan.
- badai tapah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.