Drama Epstein Memanas! Trump Tuduh Obama Berkhianat

Kamis, 24 Jul 2025, 07:47 WIB

Washington – Dalam sebuah langkah mengejutkan, Presiden Donald Trump menuduh mantan Presiden Barack Obama telah melakukan pengkhianatan (treason) terhadap Amerika Serikat. Tuduhan ini muncul saat Trump berusaha mengalihkan sorotan dari pengawasan yang tengah digelar terhadap kasus Jeffrey Epstein.

Saat menjawab pertanyaan tentang kasus Epstein di Ruang Oval Gedung Putih pada Selasa (22/7), Trump tiba-tiba beralih menyasar Obama. Ia mengklaim ada bukti tak terbantahkan bahwa “Obama memimpin sebuah kudeta” melalui manipulasi dalam pemilihan presiden 2016 dan 2020. “Mereka mencoba memanipulasi pemilihan, dan mereka tertangkap basah. Harus ada konsekuensi yang sangat berat,” ujar Trump, menuduh Obama sebagai “pimpinan geng” di balik skema tersebut.

Trump mengungkapkan bahwa dokumen yang dirilis oleh Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard memberikan “bukti tak terbantahkan” atas konspirasi tersebut. Ia menuntut agar Jaksa Agung Pam Bondi dan Departemen Kehakiman segera mengambil tindakan hukum terhadap Obama dan jajarannya.

Tanggapan Obama, Tuduhan “Konyol” dan “Upaya Pengalihan”

Respons datang cepat. Juru bicara Obama, Patrick Rodenbush, menolak tuduhan tersebut secara keras. Ia menyebut klaim Trump “aneh, konyol, dan upaya lemah untuk mengalihkan perhatian”. Pernyataan ini mencerminkan lengahnya pihak Obama terhadap klaim Trump, dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak mencerminkan kenyataan.

Media besar seperti NBC News, Al Jazeera, dan TIME melaporkan bahwa pernyataan Trump adalah upaya untuk menggeser isu publik dari sorotan pada dokumen Epstein dan Maxwell.

Drama Epstein dan Upaya Defleksi Trump

Penyerangan verbal Trump terjadi bersamaan dengan peningkatan tekanan dari publik dan pendukung konservatif yang menuntut transparansi atas file Epstein. Administrasi Trump sempat menyatakan tidak menemukan “daftar klien” mencurigakan, yang membuat pendukung kecewa dan menuntut klarifikasi lebih lanjut.

Seiring publik makin mendesak agar jaksa agung bertindak, Trump justru memilih menyerang balik dengan menyoroti apa yang ia sebut sebagai upaya kudeta oleh Obama. Dengan dukungan dari Gabbard dan rilis dokumen intelijen baru, ia mencoba membangun narasi konspirasi yang lebih besar.

Risiko Politik dan Reaksi Partai

Tuduhan “pengkhianatan” terhadap Obama adalah langkah geopolitik yang memecah belah, karena menyasar tokoh Demokrat berpengaruh. Banyak pakar menilai ini sebagai strategi politik untuk menggalang dukungan dari garis keras base-nya, sekaligus meredam tekanan terkait kasus Epstein. Reuters dan NBC juga menyorot bahwa tuduhan ini bertentangan dengan konsensus intelijen sebelumnya, termasuk laporan bipartisan Senat AS.

Redaktur: Andriani Nuraini

Penulis: Andriani Nuraini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.