Penguatan SDM Kopdes Wajib! Wamenkop: Desa Tak Bisa Maju Jika Operatornya Lemah

Senin, 24 Nov 2025, 21:55 WIB

JAKARTA – Penguatan SDM di Kopdes Merah Putih menjadi kunci untuk memastikan program ini tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga berfungsi efektif sebagai pusat layanan ekonomi desa.

Tantangan utama terletak pada kesenjangan kapasitas antara kebutuhan operasional dan kompetensi aparatur lokal, terutama dalam manajemen usaha, akuntabilitas, serta pemanfaatan teknologi.

Ket. Foto: Petugas memeriksa ketersediaan obat di Apotek Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA FOTO/ Raisan Al Farisi

Karena itu, peningkatan kualitas SDM perlu diarahkan pada pelatihan berkelanjutan, standardisasi kompetensi, serta pendampingan teknis yang terstruktur.

Dengan fondasi SDM yang lebih profesional, Kopdes Merah Putih berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mampu mengelola layanan, memperluas akses pembiayaan, dan menghadirkan tata kelola yang lebih akuntabel.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) koperasi desa/ kelurahan (kopdes/ kel) merah putih sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan.

"Ekosistem koperasi yang solid akan memperkuat ekonomi desa dan mengurangi ketergantungan pada kota," kata Wamenkop Farida dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/11).

Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu upaya penguatan SDM kopdes/kel merah putih adalah melalui kegiatan magang di berbagai daerah.

Menurutnya, seluruh peserta perlu untuk mengubah pola pikir bahwa potensi dan kekayaan sesungguhnya ada di desa dan kelurahan masing-masing.

Wamenkop menegaskan peningkatan SDM harus dilakukan di desa itu sendiri, bukan memindahkan SDM dari desa ke kota, melainkan menghadirkan pendamping dan dukungan dari dinas terkait agar potensi desa dapat dikembangkan secara optimal.

"Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa kekayaan itu ada di desa, bukan justru membuat orang desa berbondong-bondong meninggalkan kampung halamannya," kata Farida.

Wamenkop berharap program magang ini tidak hanya menjadi pengalaman sesaat, tetapi memberikan bekal nyata bagi peserta untuk mengelola koperasi di daerahnya masing-masing.

"Yang mahal dari kegiatan ini adalah, jaringan yang terbentuk antar pengurus koperasi dari berbagai provinsi dengan latar belakang dan potensi berbeda. Jaringan ini harus terus dijaga dan dikembangkan," ujarnya.

Selain itu, Wamenkop juga mengingatkan agar pengurus koperasi terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme melalui pelatihan berkelanjutan, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun melalui media digital dan platform daring.

Farida juga menekankan pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional dan transparan. Ia menilai, pengurus koperasi harus akuntabel, semua transaksi harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Pengelolaan koperasi yang baik membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan kemampuan manajerial yang mumpuni, apalagi jika anggota koperasi sudah mencapai ribuan orang," kata Farida.

Ia juga menyampaikan saat ini terdapat 130 ribu koperasi yang sudah terdaftar secara resmi di Kementerian Koperasi, ditambah sekitar 82.500 koperasi baru yang lahir dari inisiatif desa.

"Kopdes merah putih bukanlah pesaing, melainkan mitra dan pelengkap koperasi yang sudah ada," kata Wamenkop.

Melalui kolaborasi dan jejaring yang kuat, tambahnya, diharapkan koperasi desa dapat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas, termasuk ekspor produk unggulan.

  • sdm kopdes merah putih

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.